Tujuh Rumah dan Kosan di Tamansari Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Tujuh rumah termasuk indekos di Jalan Kokosan, Tamansari, Jakarta Barat hangus terbakar yang berakibat puluhan orang harus kehilangan tempat tinggal.

Warta Kota/Nuri Yatul Hikmah
Tujuh rumah termasuk indekos di Jalan Kokosan, Tamansari, Jakarta Barat hangus terbakar yang berakibat puluhan orang harus kehilangan tempat tinggal. 

WARTAKOTALIVE.COM, TAMANSARI – Sebanyak tujuh rumah termasuk indekos di Jalan Kokosan, RT 003, RW 001, Mangga Besar, Tamansari, Jakarta Barat, Selasa (4/10/2022) dini hari ludes dilahap si jago merah. 

Pantauan Wartakotalive.com di lokasi sekira pukul 14.25 WIB, garis polisi terpasang mengintari tujuh bangunan bekas kebakaran.

Sementara puing-puing bangunan berserakan, serta seluruh benda milik penghuni rumah dan indekos berubah menjadi arang seperti baju, kasur, lemari, peralatan dapur, dan lain-lain.

Terdapat pula dua buah motor yang terbakar di sebuah gang kecil. Motor tersebut terlambat diselamatkan karena akses jalan yang sempit. 

"Terjadinya sekitar pukul 04.00 WIB, sebanyak 14 pemadam datang untuk memadamkan api. Warga tidak sempat menyelamatkan barang, dugaan kami sementara akibat korsleting listrik," ungkap Ketua RW 001 Mangga Besar, Sarmo selaku saat ditemui di posko pengungsian, Selasa (4/10/2022).

Selain itu warga menyebut api berasal dari lantai dua indekos nomor 18. Meski begitu, polisi masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran. 

Baca juga: PPP DKI Jakarta Nyatakan Dukung Anies Baswedan di Pilpres 2021, Arsul Sani: Tunggu Hasil Mukernas

Sementara keterangan Sarmo, diketahui korban terdampak kebakaran sebanyak 50 orang. 25 orang merupakan penghuni indekos dan 25 lainnya merupakan pemilik rumah. 

Tidak ada korban jiwa dalam perisiwa ini, para lansia lumpuh dan balita diarahkan mengungsi ke posko yang telah disediakan. 

Posko tersebut terletak di Posyandu Lestari 2, RW 001, Kelurahan Mangga Besar, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat. Hingga kini, belum ada bantuan berupa dana tunai dari pemerintah setempat. 

Meski begitu, para korban terdampak kebakaran telah mendaparkan bantuan berupa makanan, obat-obatan, perlengkapan balita, dan perlengkapan sekolah anak.

Baca juga: Pengendara Motor di Bekasi Kabur Hingga ke Kuburan, Polisi Temukan Benda Berbahaya

"Belum ada bantuan ini lagi, sekarang lagi diproses lurah dan camat. Prioritas sekarang adalah warga yang di penampuangan, diberikan makanan yang cukup, selimut untuk balita, seragam dan alat-alat sekolah anak," ujar Sarmo.

Salah seorang warga terdampak, Mayas (43) menyebut, dirinya membutuhkan bantuan berupa baju layak pakai, terlebih untuk anaknya yang masih berusia tujuh bulan. 

"Ini baju sudah habis, ini anak saya saja belum berganti pakaian. Diappers-nya juga sudah penuh," ujarnya penuh harap sembari menggendong sang anak. 

Mayas berharap pemerintah memberi bantuan dana atau modal agar dirinya bisa menyewa indekos karena seluruh uangnya habis terbakar. Sementara ia tidak punya tabungan di bank karena suaminya pekerja serabutan.(m40)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved