Polisi Tembak Polisi

Cegah Teror dan Intervensi, Jaksa Kasus Ferdy Sambo Dikarantina

Mencegah teror dan intervensi, semua jaksa yang menangani kasus pembunuhan berencana Brigadir J dengan tersangka Ferdy Sambo Cs akan dikarantina

Istimewa
Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo dan istri, Putri Candrawathi (kiri) serta Bripka Ricky Rizal atau Bripka RR saat menjalani rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir J di rumah pribadi Ferdy Sambo, Jalan Saguling, Duren Tiga. Untuk mencegah teror dan intervensi, semua jaksa yang menangani kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J dengan tersangka Ferdy Sambo Cs akan dikarantina. 

Sebelumnya Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin mengatakan sebanyak 75 jaksa diturunkan di persidangan dalam menangani perkara kasus Ferdy Sambo Cs, baik terkait pembunuhan Brigadir J atau Yosua Hutabarat serta kasus obstruction of justice atau penghalangan penyidikan kematian Brigadir J.

Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin mengatakan rincian 75 jaksa dalam kasus Ferdy Sambo itu yakni 30 jaksa menangani kasus pembunuhan berencana Brigadir J dengan 5 tersangka, dan 45 jaksa untuk menangani kasus kasus obstruction of justice atau penghalangan penyidikan kematian Brigadir J dengan 7 tersangka.

"Jadi totalnya ya ada 75 jaksa di kasus Ferdy Sambo ini. Sebanyak 30 jaksa untuk kasus pembunuhan berencana Brigadir J dan 45 jaksa untuk kasus obstruction of justice," kata Sanitiar Burhanuddin di acara Satu Meja yang tayang di akun YouTube Kompas TV, Rabu (28/9/2022).

Burhanuddin mengakui bahwa ada celah dan kelemahan untuk membuktikan pembunuhan berencana yang dilakukan Ferdy Sambo Cs kepada Brigadir J atau Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Baca juga: Jokowi Teken Pemecatan Ferdy Sambo, Kapolri: Status FS Sudah Tidak Menjadi Anggota Polri

Hal itu diungkapkan Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin di acara Satu Meja yang tayang di akun YouTube Kompas TV, Rabu (28/9/2022) saat menjawab pertanyaan host Budiman Tanuredjo. Meskipun Jaksa Agung memastikan untuk bebas bagi Ferdy Sambo Cs dalam kasus pembunuhan Brigadir J ini sangat tidak mungkin.

"Banyak orang mewanti-wanti bahwa pembunuhan berencana itu (pembunuhan Brigadir J oleh Ferdy Sambo Cs-Red) dengan saksi dan bukti yang sangat terbatas, itu punya kelemahan?," tanya Budiman Tanuredjo ke Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin.

"Ya sudah, punya. Begini mas, tapi saya tidak akan mengupas ke sana. Memang ada hal-hal tertentu yang sangat riskan untuk itu," kata Burhanuddin.

"Karena ini kan saksi-saksinya itu itu juga. Tapi tolong, beri kesempatan kami untuk betul-betul menguatkan dakwaannya," ujar Burhanuddin.

Menurut Burhanuddin, semua tersangka adalah saksi mahkota semuanya.

"Saksi mahkota semua, kan yang tahu itu itu juga orangnya, saksi mahkota semua. Yang ini memberi kesaksian untuk yang ini, sebaliknya ini memberi kesaksian untuk yang ini," ujar Burhanuddin.

Baca juga: Kapolri Janji Serahkan Ferdy Sambo dan Barang Bukti ke Kejaksaan Agung Awal Pekan Depan

Meskipun begitu Burhanuddin menyatakan semua titik lemah kasus ini dalam penuntutan sudah diantisipasi pihaknya.

"Dari fakta dan data yang ada, sudah cukup lengkap untuk disidangkan. Kita sudah perhitungkan semua kelemahan itu," katanya.

Burhanuddin mengatakan hasil penyidikan yang bagus akan menghasilkan penuntutan yang bagus. Meski katanya belum tentu menghasilkkan vonis yang bagus pula.

"Karena itu kewenangan hakim dan pengadilan," katanya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved