Rusuh Arema Persebaya

Ketum PAN Zulkifli Hasan Berduka Atas Tragedi Kanjuruhan, Kecam Penggunaan Gas Air Mata di Stadion

Tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, usai pertandingan antara Arema FC dan Persebaya menjadi perhatian nasional bahkan publik dunia.

Editor: Feryanto Hadi
Ist
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan prihatin atas tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang yang menewaskan ratusan orang 

WARTAKOTALIVE.COM--- Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan memberikan komentarnya mengenai tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang 

Ia menyebut peristiwa tersebut sebagai tragedi olahraga terbesar yang pernah terjadi di Indonesia.

“Ini tragedi kemanusiaan. Pukulan telak untuk kita semua. Hari yang kelam dalam sejarah olahraga Indonesia. Saya dan keluarga besar PAN berduka yang mendalam atas jatuhnya korban sementara lebih dari 153 korban jiwa.," ujar Zulkifli Hasan melalui keterangan persnya, Minggu (2/10/2022)

Menteri Perdagangan RI itu juga menyoroti penyelenggaraan Liga 1 yang harus dievaluasi kembali.

“Saya minta agar dihentikan sementara, dievaluasi besar-besaran. 1 nyawa saja sangat berharga, ini lebih dari 153 korban jiwa sementara, sepakbola tidak setara dengan berharganya nyawa rakyat Indonesia. Tolong dievaluasi menyeluruh.” Ungkapnya.

Tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, usai pertandingan antara Arema FC dan Persebaya menjadi perhatian nasional bahkan publik dunia.

Baca juga: Timnas Sedang Gacor-gacornya, PSSI Berharap FIFA Tak Beri Sanksi Berat Buntut Tragedi Kanjuruhan

Kisruh yang terjadi di lapangan pasca pertandingan diperburuk oleh penanganan keamanan oleh aparat kepolisian. Penembakan gas air mata ke arah tribun penonton dianggap menyalahi prosedur yang telah ditetapkan FIFA.

“Semua yang bersalah harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Usut sampai tuntas. Apalagi ada indikasi pelanggaran prosedur. Panpel, PSSI, aparat kepolisian, semua pihak harus diusut sampai tuntas. Ini tragedi kemanusiaan. Tidak semestinya terjadi.” Kata Zulhas.

Pada kesempatan yang sama Zulhas juga menghimbau agar semua pihak mengambil pelajaran dari peristiwa nahas ini.

“Olahraga itu untuk membangun sportivitas, solidaritas, persatuan. Ini semangatnya. Suporter harus belajar memberikan dukungan secara sportif, penyelenggara event olahraga harus profesional dan menempatkan aspek keselamatan dan keamanan sebagai yang utama. Aparat berwajib harus belajar pengamanan dalam industri olahraga berskala besar,” tutupnya.

Baca juga: Lindungi Petani Tembakau, Mendag Zulkifli Hasan Pastikan Produksi Terserap Industri Rokok

Jokowi minta dilakukan investigasi

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, dan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan terjun ke Malang, untuk menginvestigasi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan usai laga Arema FC vs Persebaya di Liga 1 2022/2023, Sabtu (1/2/2022).

Menpora mengatakan, kejadian itu sangat memprihatinkan dan mengecewakan. Pasalnya, peristiwa itu terjadi di tengah- tengah upaya Indonesia yang sedang membangun sepak bola nasional dan ternodai akibat kejadian ini.

"Bapak Presiden telah memberikan arahan melalui Mensesneg kepada Menpora dan Kapolri untuk segera menginvestigasi secara serius kejadian ini dan mengusut tuntas apa yang menjadi penyebab terjadinya kerusuhan ini," ujar Menpora dalam keterangan resminya, Minggu (2/10/2022).

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved