Gubernur Papua Lukas Enembe Punya Tambang Emas di Tolikara, Pimpinan KPK Bakal Diajak ke Sana

Jika semua izin telah selesai diproses, kata Roy, pihaknya bakal menyerahkannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Editor: Yaspen Martinus
papua.go.id
Gubernur Papua Lukas Enembe memiliki tambang emas di Distrik Mamit, Kabupaten Tolikara, Papua. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Gubernur Papua Lukas Enembe memiliki tambang emas di Distrik Mamit, Kabupaten Tolikara, Papua.

Hal itu diungkapkan Stefanus Roy Rening, kuasa hukum Lukas Enembe.

Pengurusan izin pertambangan, kata Roy, masih dalam proses.

"'Bapak punya tambang enggak, sendiri di kampung?"

"Oh, saya punya di kampung ya, di Tolikara, di Mamit, itu sedang dalam proses,'" ungkap Roy dalam jumpa pers di Kantor Penghubung Pemerintah Provinsi Papua di Jakarta Selatan, Senin (26/9/2022).

Jika semua izin telah selesai diproses, kata Roy, pihaknya bakal menyerahkannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang saat ini memproses hukum Lukas.

Baca juga: Boyamin Ungkap Gubernur Papua Lukas Enembe Kerap Berjudi di Singapura, Malaysia, dan Filipina

"Dia punya foto semua dan apa itu, dokumennya sudah diurus oleh stafnya."

"Saya belum ketemu stafnya yang akan menyerahkan kepada saya."

"Sekarang prosesnya sedang dibuat semua, dokumentasinya, termasuk videonya."

Baca juga: Bilang Bisa Setop Kasus Lukas Enembe, ICW Nilai KPK Terlalu Berlebihan dan Diskriminatif

"Dan saya kemarin sudah coba mengajak kalau bisa kita 'karena Pak Marwata (Alexander Marwata, Wakil Ketua KPK) yang minta' mari kita sama-sama ke Mamit, kita sama-sama ke Tolikara, kita lihat itu tambang," beber Roy.

Lembaga antirasuah kini tengah memproses hukum Lukas atas dugaan gratifikasi.

Namun, Lukas belum berhasil diperiksa hingga saat ini.

Baca juga: Hakim Agung Sudrajat Dimyati Jadi Tersangka, Jokowi Nilai Reformasi Hukum Urgen Dilakukan

KPK menyatakan bakal mengembangkan kasus tersebut ke arah Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Hal itu bisa dilakukan setelah KPK nantinya menemukan bukti yang cukup, jika uang diduga hasil suap dan gratifikasi telah disamarkan atau dibelanjakan.

Dalam hal ini KPK menindaklanjuti informasi mengenai transaksi perjudian di sebuah kasino oleh Lukas sebesar Rp560 miliar. (Ilham Rian Pratama)

Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved