Reklamasi Pulau G

Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria Tegaskan Semua Warga Ibu Kota Berkesempatan Bermukim di Pulau G 

Sesuai Pergub Nomor 32 Tahun 2022 tentang Perencanaan Detail Tata Ruang Wilayah Perencanaan DKI Jakarta, Pulau G bakal dijadikan kawasan permukiman. 

Penulis: Indri Fahra Febrina | Editor: Sigit Nugroho
Warta Kota/Indri Fahra Febrina
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan, semua warga Jakarta bisa bermukim di pulau reklamasi Pulau G. 

Pernyataan tersebut mengacu pada Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 32 Tahun 2022 tentang Perencanaan Detail Tata Ruang Wilayah Perencanaan DKI Jakarta, Pulau G bakal dijadikan kawasan permukiman

"Pulau G itu terbuka untuk warga Jakarta," kata Ariza saat ditemui di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat pada Minggu (25/9/2022). 

Ariza menyebutkan, tak ada wilayah di Jakarta yang hanya diperuntukkan bagi golongan orang tertentu atau ekslusif. 

Baca juga: Nelayan Muara Angke Keberatan Pulau G Dijadikan Permukiman

Baca juga: Bela Anies Baswedan, Gerindra Sebut Pulau G Diarahkan sebagai Permukiman karena Ikuti Perpres

Baca juga: Usai Alami Abrasi, Syarif Perkirakan Pulau G Teluk Jakarta Tidak akan Langsung Dijadikan Permukiman

Ariza kembali menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta memberi kesempatan yang sama bagi setiap orang untuk bermukim, termasuk di Pulau G. 

"Tidak boleh ada wilayah apa pun di Jakarta yang eksklusif, yang tidak boleh didatangi, itu tidak boleh. Siapa saja harus diberi kesempatan," ujar Ariza.

Meski demikian, Ariza mengungkapkan, peruntukan Pulau G masih dibahas hingga saat ini. 

BERITA VIDEO: Warung Aceh Bang Ari di Tebet, Baru Sebulan Buka Dikunjungi Banyak Pejabat

Sebab, sejauh ini, Pulau G masih diarahkan untuk kawasan permukiman penduduk. 

"Salah satunya untuk pemukiman. Nanti akan dibahas apa lagi selain permukiman," imbuhnya. 

Seperti diketahui, Kepala Dinas Cipta Karya, Pertanahan, dan Tata Ruang (Citata) DKI Jakarta Heru Hermawanto mengatakan bahwa penggunaan Pulau G sebagai kawasan permukiman belum dapat dipastikan. 

Sebab, fungsi Pulau G masih diatur dalam Peraturan Daerah (Perda).

"Sebenarnya, itu belum pasti, karena itu belum ditentukan. Itu kan harus diatur di perda," kata Heru.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved