Ledakan di Asrama Polisi

Ledakan di Asrama Polisi Grogol Indah Berasal dari Paket Bubuk Hitam Pengusir Tikus

Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi membenarkan peristiwa ledakan itu saat menggelar konferensi pers di Polsek Grogol, Sukoharjo.

Penulis: Sigit Nugroho | Editor: Sigit Nugroho
Akun YouTube Kompas TV
Polisi bersenjata lengkap berjaga di sejumlah pintu masuk Asrama Polisi di Sukoharjo, yang sebelumnya terjadi ledakan keras di sana, Minggu (25/9/2022) malam. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sebuah ledakan mengejutkan terjadi di Asrama Polisi Grogol Indah, Desa Telukan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Minggu (25/9/2022).

Berdasarkan informasi yang diterima tim TribunSolo.com, ledakan tersebut terjadi pada pukul 18.30 WIB.

Ledakan tersebut berasal dari sebuah paket yang dibungkus di dalam kardus berwarna cokelat.

Paket tersebut diterima oleh anggota Polresta Solo, Bripka DP atau Dirgantara (35).

Diketahui belakangan bahwa paket yang berasal dari Indramayu, Jawa Barat.

Paket tersebut meledak setelah Bripka DP membukanya.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi membenarkan peristiwa ledakan itu saat menggelar konferensi pers di Polsek Grogol, Sukoharjo.

Baca juga: LEDAKAN di Asrama Brimob, Kapolda Jateng Irjen Pol Mohamad Lutfi Benarkan Satu Polisi Jadi Korban

Baca juga: Polisi Ungkap Sumber Ledakan di Asrama Brimob Sukoharjo, dari Kardus Cokelat

Baca juga: Ledakan di Asrama Polisi Berasal dari Paket yang Diduga Dikirim dari Indramayu

Dalam konferensi pers itu, Ahmad Luthfi mengatakan bahwa ledakan itu bukan bom, melainkan dari bubuk hitam yang digunakan untuk mengusir tikus.

"Tidak ada unsur teror dalam ledakan itu, tetapi hanya karena kelalaian anggota," kata Ahmad Luthfi dalam konferensi pers yang disiarkan secara langsung di MetroTV.

Ahmad Luthfi membenarkan bahwa paket itu berasal dari Indramayu.

"Berdasarkan hasil olah TKP ditemukan bubuk hitam. Itu bahan petasan. Dari dalam paket berisi dua kantung plastik, residu, dan sumbu petasan. Paket itu benar dari Indramayu," ujar Ahmad Luthfi.

"Paket itu dipesan pada 22 april 2021. Penerimanya adalah saudara A di Klaten yang sudah diamankan," terang Ahmad Luthfi.

Ahmad Luthfi menjelaskan bahwa bubuk hitam itu dikirim oleh sebuah CV yang akan digunakan untuk mengusir tikus.

"Kondisi korban (Bripa DP) alami luka bakar 75 persen dan luka terbuka di bagian kaki. Dia belum diperiksa, karena masih dalam perawatan. Besok, kami akan rilis lengkap kejadian ini. Jadi, tidak ada unsur teror, melainkan kelalaian anggota," papar Ahmad Luthfi.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved