Senin, 15 Juni 2026

Kenaikan Harga BBM

Sektor Kesehatan dan Pendidikan Dinilai Bisa Membaik Melalui Kebijakan Pengalihan Subsidi BBM

Ketua Bidang Energi DPP Pandawa Nusantara, Mamit Setiawan menilai pengalihan subsidi BBM banyak manfaat, khususnya di sektor kesehatan dan pendidikan.

Tayang:
Editor: PanjiBaskhara
Kolase foto
Ilustrasi - Ketua Bidang Energi DPP Pandawa Nusantara, Mamit Setiawan menilai pengalihan subsidi BBM banyak manfaat, khususnya di sektor kesehatan dan pendidikan. 

WARTAKOTALIVE.COM - Ketua Bidang Energi DPP Pandawa Nusantara, Mamit Setiawan menilai pengalihan subsidi BBM memiliki banyak manfaat. 

Selain untuk membangun rumah sakit, subsidi BBM tersebut bisa dialihkan untuk membangun sekolah hingga beasiswa.

Mamit pun mendukung kebijakan Presiden RI Joko Widodo yang telah mengalihkan subsidi BBM untuk hal yang lebih produktif dan tepat sasaran. 

"Penghematan subsidi Rp100 triliun bisa dijadikan berupa beasiswa untuk rakyat. Bisa membiayai 8,3 juta (pelajar), untuk (pembangunan) rumah sakit, sekolah, daripada bakar uang APBN di jalan," ujarnya, Sabtu (24/9/2022). 

"Rp 502,4 triliun ini bukan angka sedikit. Oleh karena itu perlu ada perubahan terhadap pemberian dan pola subsidi," papar Mamit melanjutkan.

Mamit menambahkan, subsidi BBM harus tepat sasaran dan diawasi, agar tidak terjadi penyalahgunaan.

"Subsidi harus tepat sasaran dan untuk masyarakat kurang mampu. Bahwa ini harus diawasi untuk penyaluran BLT, BLU, BSU."

"Yuk dilakukan pengawasan mari melakukan pengawasan dan memastikan data harus tepat sasaran," ungkapnya.

Sementara itu, Sekjen DPP Pandawa Nusantara Faisal Anwar menyampaikan, bantuan sosial dalam bentuk alokasi subsidi BBM diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat.

"Program bantuan sosial senilai 24,17 triliun yang diperuntukkan untuk masyarakat penerima manfaat selama 4 bulan diharap dapat didistribusikan dengan baik dan tepat sasaran,” ujarnya.

Pemerintah telah umumkan pengalihan subsidi BBM pada 3 September 2022 yang lalu.

Hal itu agar subsidi yang diberikan pemerintah menjadi lebih tepat sasaran.

Anggaran subsidi tersebut dialihkan ke dalam bentuk bantuan sosial.

Yakni Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM dengan alokasi anggaran Rp12,4 triliun.

BLT BBM diberikan ke 20,65 juta keluarga penerima manfaat sebesar Rp 150 ribu per bulan selama empat bulan.

Sedangkan BSU dengan alokasi anggaran senilai Rp 9,6 triliun diperuntukkan bagi 16 juta pekerja.

(Wartakitalive.com/CC) 

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
1 - 0
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
5 - 1
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved