Kenaikan Harga BBM

Sektor Kesehatan dan Pendidikan Dinilai Bisa Membaik Melalui Kebijakan Pengalihan Subsidi BBM

Ketua Bidang Energi DPP Pandawa Nusantara, Mamit Setiawan menilai pengalihan subsidi BBM banyak manfaat, khususnya di sektor kesehatan dan pendidikan.

Editor: Panji Baskhara
Kolase foto
Ilustrasi - Ketua Bidang Energi DPP Pandawa Nusantara, Mamit Setiawan menilai pengalihan subsidi BBM banyak manfaat, khususnya di sektor kesehatan dan pendidikan. 

WARTAKOTALIVE.COM - Ketua Bidang Energi DPP Pandawa Nusantara, Mamit Setiawan menilai pengalihan subsidi BBM memiliki banyak manfaat. 

Selain untuk membangun rumah sakit, subsidi BBM tersebut bisa dialihkan untuk membangun sekolah hingga beasiswa.

Mamit pun mendukung kebijakan Presiden RI Joko Widodo yang telah mengalihkan subsidi BBM untuk hal yang lebih produktif dan tepat sasaran. 

"Penghematan subsidi Rp100 triliun bisa dijadikan berupa beasiswa untuk rakyat. Bisa membiayai 8,3 juta (pelajar), untuk (pembangunan) rumah sakit, sekolah, daripada bakar uang APBN di jalan," ujarnya, Sabtu (24/9/2022). 

"Rp 502,4 triliun ini bukan angka sedikit. Oleh karena itu perlu ada perubahan terhadap pemberian dan pola subsidi," papar Mamit melanjutkan.

Mamit menambahkan, subsidi BBM harus tepat sasaran dan diawasi, agar tidak terjadi penyalahgunaan.

"Subsidi harus tepat sasaran dan untuk masyarakat kurang mampu. Bahwa ini harus diawasi untuk penyaluran BLT, BLU, BSU."

"Yuk dilakukan pengawasan mari melakukan pengawasan dan memastikan data harus tepat sasaran," ungkapnya.

Sementara itu, Sekjen DPP Pandawa Nusantara Faisal Anwar menyampaikan, bantuan sosial dalam bentuk alokasi subsidi BBM diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat.

"Program bantuan sosial senilai 24,17 triliun yang diperuntukkan untuk masyarakat penerima manfaat selama 4 bulan diharap dapat didistribusikan dengan baik dan tepat sasaran,” ujarnya.

Pemerintah telah umumkan pengalihan subsidi BBM pada 3 September 2022 yang lalu.

Hal itu agar subsidi yang diberikan pemerintah menjadi lebih tepat sasaran.

Anggaran subsidi tersebut dialihkan ke dalam bentuk bantuan sosial.

Yakni Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM dengan alokasi anggaran Rp12,4 triliun.

BLT BBM diberikan ke 20,65 juta keluarga penerima manfaat sebesar Rp 150 ribu per bulan selama empat bulan.

Sedangkan BSU dengan alokasi anggaran senilai Rp 9,6 triliun diperuntukkan bagi 16 juta pekerja.

(Wartakitalive.com/CC) 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved