Anies Baswedan

Politisi PDIP Kritisi Kebijakan Anies Baswedan yang Memperbolehkan Warga Bangun Rumah 4 Lantai

Politisi PDIP Gembong Warsono melihat Anies Baswedan makin aneh jelang pensiun, seperti mengeluarkan aturan bangun rumah empat lantai.

Warta Kota/Indri Fahra Febrina
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kini memperbolehkan warganya membangun rumah hingga empat lantai. Anies tak memikirkan dampak penggunaan air tanah yang berlebih. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta meminta, hanya wilayah yang tersedia jaringan air bersih saja yang bisa membangun hunian empat lantai.

Hal itu untuk menanggapi langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang mengizinkan warganya membangun hunian empat lantai, melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 31 Tahun 2022 tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono mengatakan, izin bangunan empat lantai bakal menimbulkan konsekuensi baru, yaitu penggunaan air bersih yang lebih banyak.

Idealnya masyarakat setempat sudah menggunakan air bersih perpipaan dari Perumda PAM Jaya, sehingga mereka tidak lagi memakai air tanah.

“Salah satu prioritas yang harus dikerjakan Pemprov adalah soal jaringan air bersih, sehingga memperkecil penggunaan air tanah bagi warga DKI Jakarta,” kata Gembong, Sabtu (24/9/2022).

Berdasarkan para ahli di bidang lingkungan, kata Gembong, penggunaan air tanah secara masif bisa berdampak pada penurunan muka tanah.

Baca juga: Roadshow di Jakarta Pusat, Istri Anies Baswedan Ingin Anak-anak Hingga Remaja Dikenalkan PKK

Apalagi DKI Jakarta terus mengalami penurunan muka tanah, bahkan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyinggung Jakarta terancam tenggelam dalam 10 tahun mendatang akibat perubahan iklim yang melanda dunia.

“Pemprov menyediakan air bersihnya, supaya masyarakat beralih menggunakan ari tanah menjadi saluran PAM Jaya,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, pemerintah harus melarang pembangunan hunian empat lantai di wilayah cagar budaya.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono menilai kebijakan Anies Baswedan soal rumah empat lantai.
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono menilai kebijakan Anies Baswedan soal rumah empat lantai. (Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri)

Upaya ini dilakukan demi menjaga nilai sejarah dari benda peninggalan masa lampau tersebut.

“Daerah cagar budaya kan nggak boleh, jadi harus ada ketentuan lain,” ucap anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta ini.

Meski demikian, kata Gembong, pemerintah daerah perlu merevisi penetapan zonasi dalam Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) yang ada, untuk menyesuaikan Pergub RDTR. Dengan begitu, tidak ada kebijakan yang bertentangan dengan aturan yang sudah ada.

“Zonasi menjadi penting untuk bisa menentukan daerah mana yang boleh buat hunian mepat lantai, dan daerah mana yang tidak boleh empat lantai,” ujarnya.

Baca juga: Anies Baswedan Kunjungi Cipete Raya, Warga Antusias Ajak Foto Bersama

“Itu mesti clear, karena Pergub RDTR kan tidak berdiri sendiri, masih ada yang menyertai, yaitu tata ruangnya (RTRW),” lanjutnya.

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut warga Ibu Kota bisa membangun hunian lebih dari dua lantai. Kini, warga Jakarta diperbolehkan membangun tempat tinggal hingga empat lantai. 

Hal tersebut disampaikan Anies dalam Sosialisasi Peraturan Gubernur Nomor 31 Tahun 2022 tentang RDTR. “Rumah warga kita ini selama ini hanya boleh satu atau dua lantai. Sekarang untuk rumah tinggal akan dibolehkan sampai dengan empat lantai di rumah-rumah tangga kita di Jakarta," kata Anies. 

Baca juga: Hadiri Pembukaan Publik, Anies Baswedan Ingin Taman Ismail Marzuki Rumah Bagi Seniman

Adapun alasan Anies mengizinkan pembangunan hingga empat lantai dalam rangka optimalisasi lahan. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI ini memandang, ketersediaan lahan kosong semakin terbatas di Jakarta

“Kemudian kenapa ini dilakukan di Jakarta? Kami berharap bisa mendorong multi-family ownership dalam sebuah bangunan yang sama,” ucapnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved