Minggu, 26 April 2026

Berita Daerah

Program Densus 88 Antiteror Polri Masuk Sekolah, Ganjar Pranowo Sebut Masyarakat Harus Terlibat

Program Densus 88 Antiteror Polri dengan masuk ke sekolah-sekolah dinilai Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sudah tepat.

Editor: PanjiBaskhara

"Itu peran pemerintah menjadi penting. Kolaborasi inilah yang bisa membantu untuk menyelesaikan persoalan mereka. Tapi pencegahan menjadi begitu penting,"

"Kalau kita yang menjelaskan, mungkin mereka tidak dapat cerita yang sesungguhnya. Maka para pelaku diminta untuk cerita."

"Nah ini pola kerja sama dengan Densus yang menurut saya bagus, dan saya dukung itu di Jawa Tengah" paparnya. 

Sementara iru Direktur Indentifikasi dan Sosialisasi Densus 88 Antiteror Polri, Brigjen Arif Makhfudiharto, ikut angkat bicara.

Dia mengatakan, Ganjar Pranowo dan jajarannya selama ini selalu mendukung pelaksanaan penanggulangan terorisme di Jawa Tengah.

Diketahui, Jawa Tengah menjadi episentrum dari radikalisme.

Dukungan pemerintah provinsi jadi sangat penting, terutama dalam memberikan pemahaman ke masyarakat.

Berdasarkan data Densus 88 AT Polri, hingga awal September 2022, ada 212 orang narapidana terorisme ditahan di Jawa Tengah.

Yakni 191 orang di dalam lapas di Nusakambangan, dan 20 orang di luar Nusakambangan.

Untuk jumlah mantan napiter di Jawa Tengah ada 230 orang.

Terbanyak adalah di Surakarta 47 orang, Sukoharjo 43 orang, dan Kota Semarang 20 orang.

“Ketika kita bisa bekerja sama, baik itu komunikasi, kolaborasi dan melaksanakan kegiatan yang lebih sinergi, tentu kita bisa jadikan masyarakat paham"

"Bahwa mereka yang kita tangkap itu adalah korban dari ideologi yang disampaikan secara ekstrem, yang ujungnya adalah melakukan pelanggaran hukum,” katanya.

Kerja sama dalam aspek sosial ekonomi, dan internalisasi nilai-nilai luhur Pancasila kepada eksnapiter dan keluarganya akan membuat mereka memiliki pendirian dan kecintaan kepada negara.

Peran pemerintah sampai tingkat desa/kelurahan dengan otonomi, kelola masyarakat dengan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya, juga menjadi langkah yang bagus untuk deradikalisasi dan internalisasi nilai Pancasila.

Sumber: WartaKota
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved