Warga Sebut Pemkot Bekasi Tebang Pilih, Lapak PKL DIbongkar Tapi Markas Ormas Dibiarkan

Penertiban bangunan di sepanjang Kali Jati, Kota Bekasi dikritisi karena dianggap pilih kasih lantaran lapak PKL dibongkar tapi markas ormas dibiarkan

Warta Kota/Joko Supriyanto
Penertiban bangunan di sepanjang Kali Jati, Bekasi Selatan, Kota Bekasi dikritisi karena dianggap pilih kasih lantaran lapak PKL dibongkar tapi markas ormas di lokasi yang sama dibiarkan. 

TRIBUNBEKASI.COM,BEKASI SELATAN - Warga mengkritisi Pemerintah Kota Bekasi yang dinilai membela ormas ketika melakukan penertiban bangunan di sepanjang Kali Jati Kayuringin, Bekasi Selatan, Kota Bekasi pada Kamis (22/9/2022).

Sebab, dari 60 bangunan yang ditertibkan, hanya 4 bangunan yang justru tak disentuh atau robohkan dengan alat berat. Bangunan itu tak lain digunakan sebagai tempat berkumpul para ormas di wilayah tersebut.

"Ini kan harus ada keadilan ya. Kita boleh warga pun juga setuju kalo untuk pembangunan dan perbaikan semua. Tapi yang ini yang ngak adil. Kenapa ini tidak dibongkar. Ada apa?," kata salah satu warga setempat, Sudiyono (40), Kamis (22/9/2022).

Baca juga: Empat Markas Ormas Dibiarkan saat Pembongkaran Lapak PKL di Sepanjang Kali Jati, Begini Alasannya

Warga sendiri mengaku tak mempermasalahkan langkah Pemerintah Kota Bekasi yang melakukan penertiban bangunan di sepanjang bantaran Kali Jati karena memang menginginkan perubahan agar menjadi taman.

"Pokoknya kita minta harus bongkar semua. Kan perjanjian harus adil. Harus bongkar semua dong. Kalo ngak di bongkar nanti kita gruduk Kelurahan," katanya.

Sementara itu warga lainnya, Muhammad udin (35) menilai langkah Pemerintah Kota Bekasi tebang pilih karena lebih memilih ormas dibandingkan para PKL yang hanya mencari sesuap nasi dari berdagang.

"Kalo memang rata ya rata semua, dari Kelurahan juga jangan pilih kasih lah. Masa dengan ormas begitu, tapi dengan kita malah kayak begini," ujarnya.

Baca juga: Puluhan Lapak PKL di Sepanjang Kali Jati Dibongkar Petugas, Empat Markas Ormas Dibiarkan

Terpisah, Sekretaris Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Bekasi, Solikhin mengatakan jika memang dari 60 bangunan hanya 4 bangunan yang belum dirorobohkan.

Sementara itu pihaknya mengklaim masih mencari solusi komprehensif terkait penataan di wilayah tersebut.

"Memang kalau untuk pembongkaran tetap kita laksanakan hari ini mulai dari sisi utara, kecuali yang 4 itu. Kita buat rencana komprehensif, mungkin di sisi sebelah barat dan timur semua akan kita rapihkan," ucapnya. (JOS)

Sumber: Warta Kota
  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved