Kenaikan Harga BBM
Benarkah Pertalite Makin Boros Setelah Dinaikkan Harganya? Ini Kata Pertamina
Berikut ini penjelasan Pertamina soal keluhan warga tentang BBM Pertalite yang kian boros setelah harga dinaikkan
WARTATAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Viral di media sosial keluhan warga tentang BBM Pertalite boros setelah harganya naik menjadi Rp 10.000 per liter.
Apa penjelasan Pertamina?
Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting menegaskan, bahan bakar minyak (BBM) RON 90 atau Pertalite tidak mengalami perubahan spesifikasi.
Menurutnya, standar dan mutu Pertalite yang dipasarkan melalui lembaga penyalur resmi di Indonesia sudah sesuai dengan keputusan Direktorat Jedneral Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas).
Aturan tersebut imbuhnya, tertuang dalam Keputusan Dirjen Migas Nomor 0486.K/10/DJM.S/2017 tentang Standar dan Mutu (Spesifikasi) Bahan Bakar Minyak Jenis Bensin 90 yang Dipasarkan di Dalam Negeri.
"Produk BBM Pertamina jenis Pertalite (RON 90) tidak mengalami perubahan spesifikasi," ujarnya kepada Kompas.com, Selasa (20/9/2022).
Diberitakan sebelumnya, unggahan perihal keluhan pengguna BBM jenis RON 90 atau Pertalite ramai di media sosial.
Baca juga: Banyak Orang Mampu Pakai BBM Bersubsidi, Direktur Riset Indef: 80 Persen Pertalite, 95 Persen Solar
Warganet mengeluhkan Pertalite yang semakin boros pascakenaikan harga pada 3 September 2022 silam.
Irto menjelaskan, salah satu batasan dalam spesifikasi Dirjen Migas yang menunjukkan tingkat penguapan kamar adalah parameter Reid Vapour Pressure (RVP).
RVP dari Pertalite, kata Irto baik saat ini maupun sebelum ada kenaikan harga, masih dalam batasan yang diizinkan.
"Saat ini hasil uji RVP dari Pertalite yang disalurkan dari Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina masih dalam batasan yang diizinkan, yaitu dalam rentang 45-69 kPa (Kilopascal)," kata dia.
Adapun penguapan, lanjut Irto, dapat berubah lebih cepat jika temperatur penyimpanan meningkat.
Secara spesifikasi, batasan maksimum penguapan atau yang biasa dikenal dengan istilah destilasi dari Pertalite adalah sebesar 10 persen dibatasi maksimal 74 derajat Celsius.
"Secara umum produk Pertalite ada di suhu 50 derajat Celsius. Artinya, pada saat temperatur 50 derajat Celsius, Pertalite sudah bisa menguap hingga 10 persen," kata dia.
Baca juga: Sempat Lebih Murah dari Pertalite, Harga Bensin di SPBU Vivo yang Rp8.900 Per Liter Jadi Rp10.900
"Semakin tinggi temperatur, maka akan semakin tinggi tingkat penguapannya," imbuh Tirto.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/mor-iii-tangerangz.jpg)