Kabar Artis

Anantarupa Studio Bentuk Karakter Anak Melalui Game Lokapala, Kak Seto dan LPAI Berikan Dukungan

Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) mendukung Anantarupa Studios untuk menentukan aspek pembentukan karakter anak melalui gim esports Lokapala.

istimewa
Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) mendukung Anantarupa Studios untuk menentukan aspek pembentukan karakter anak melalui game esports Lokapala. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) mendukung Anantarupa Studios untuk menentukan aspek pembentukan karakter anak melalui gim esports Lokapala.

Di tengah maraknya gim-gim esport luar, Anantarupa Studios bertekad untuk membentuk budaya bermain yang kompetitif, namun positif melalui gim yang mereka kembangkan, yakni Lokapala.

Dalam pembuatan gim ini, Anantarupa terinspirasi dari ukiran pelindung (pala) jagad (loka) yang terpahat pada panel Balustrade lantai 1 Candi Borobudur.

Baca juga: Terkesan dengan Game Lokapala, Ganjar Beri Saran Pembuatnya agar Bikin Game Edukatif

Baca juga: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Terkesan dengan Game Lokapala Buatan Anak Negeri

Konsep ini juga diadaptasi pada Candi Prambanan, yang disebut juga sebagai Astadikpala, atau delapan pelindung mata angin.

Konsep Astadikpala ini diterjemahkan lagi menjadi delapan nilai kepemimpinan yang dikenal juga sebagai Astabratha, yang dulunya delapan nilai ini wajib dimiliki oleh para pemimpin agar bisa menjadi sosok pemimpin yang sempurna.

Melihat pentingnya konsep kepemimpinan ini, Anantarupa mengadaptasi konsep nilai-nilai ini menjadi Nilai Keksatriyaan dan menyematkannya dalam gim Lokapala.

Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) mendukung Anantarupa Studios untuk menentukan aspek pembentukan karakter anak melalui game esports Lokapala.
Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) mendukung Anantarupa Studios untuk menentukan aspek pembentukan karakter anak melalui game esports Lokapala. (istimewa)

"Ksatriya kami (karakter dalam Lokapala) pasti memiliki salah satu nilai dari 8 Nilai Keksatriyaan," kata Diana Paskarina, COO Anantarupa.

Harapannya, lanjut Diana Paskarina, para pemain Lokapala bisa mencontoh dan menjunjung nilai-nilai tersebut, baik ketika bermain maupun ketika bersosialisasi di dunia nyata.

"Kami juga memanggil para pemain Lokapala sebagai Ksatriya," ucap Diana Paskarina.

Baca juga: Livy Renata Sulit Menangis Saat Syuting Film Love in Game, Mengapa Malah Nonton Iklan Thailand?

Baca juga: Samsung Kenalkan 4 Fitur Game di Ponsel Galaxy A33 5G, Bisa Fokus Main Game Tanpa Gangguan

Sebagai contoh, Lokapala menciptakan Ksatriya Nanjan yang terinspirasi dari suku Dayak, Kalimantan, dan ia mempunyai nilai kesetiaan dan dedikasi pada desa dan rakyatnya.

Atau, Ksatriya Lando yang terinspirasi dari suku Bajo, mempunyai nilai kejujuran dan kelapangan hati.

Sebagai gim esports, Lokapala turut mengajak para pemain untuk bermain secara strategis dan kooperatif melalui implementasi fitur-fitur terkait di dalam game, seperti fitur Karma dan MVP.

Baca juga: Ratusan Gamer Rayakan Perilisan Tower of Fantasy di Tower of Fantasy Indonesia Game Festival 2022

Baca juga: Pembinaan Atlet Jadi Pondasi Penting agar Esports Indonesia Berprestasi di Kancah Dunia

Fitur tersebut membiasakan pemain untuk berkompetisi dengan sikap sportivitas serta kerja sama yang baik.

Tidak hanya itu, Lokapala juga mengatur larangan berkata kasar secara otomatis agar percakapan di dalam permainan tetap positif dan tertib.

Inilah yang memantapkan LPAI untuk mendukung Anantarupa, melalui Lokapala sebagai game ramah anak.

CEO Anantarupa Studios Ivan Chen sebagai developer game Lokapala memberikan penjelasan kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Rabu (27/10/2021).
CEO Anantarupa Studios Ivan Chen sebagai developer game Lokapala memberikan penjelasan kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Rabu (27/10/2021). (Dok. Humas Pemprov Jateng)
Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved