Kecelakaan Lalu Lintas

Putra Bungsu Jamintel Kejagung Jadi Korban Tewas Kecelakaan Beruntun di Tol Pejagan-Pemalang

Korban tewas kecelakaan beruntun di Tol Pejagan dipastikan adalah putra bungsu Jamintel Kejaksaan Agung Amir Yanto yakni Muhammad Singgih Adika

Istimewa
ILUSTRASI Kecelakaan lalu lintas. Kecelakaan beruntun melibatkan 10 kendaraan terjadi di ruas Tol Pejagan (Brebes)- Pemalang, KM 253, Jawa Tengah, Minggu (18/9/2022). Diketahui ada 19 korban luka dan satu korban tewas dalam kecelakaan tersebut. Informasi terakhir korban tewas dipastikan adalah putra bungsu Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung Amir Yanto yakni Muhammad Singgih Adika. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Kecelakaan beruntun melibatkan 10 kendaraan terjadi di ruas Tol Pejagan (Brebes)- Pemalang, KM 253, Jawa Tengah, Minggu (18/9/2022).

Diketahui ada 19 korban luka dan satu korban tewas dalam kecelakaan tersebut. Informasi terakhir korban tewas dipastikan adalah putra bungsu Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung Amir Yanto yakni Muhammad Singgih Adika.

Muhamad Singgih Adika diketahui tercatat berasal atau tinggal di Cipayung, Jakarta Timur.

Kabar tersebut juga dikuatkan dengan pesan duka yang beredar yang menyebutkan bahwa yang meninggal adalah betul putra Jaksa Agung Muda bidang Intelijen.

“Innalilllahi Wa Innailahi Rojiun , kabar duka telah Wafat Ananda Muhammad Singgih Adika Bin Amir Yanto (Lahir: Depok, 24 Agustus 1999 - Wafat: Brebes, 18 September 2022) putra bungsu Dr Amir Yanto (Jaksa Agung Muda Intelijen) pada malam ini 18 September 2022. Almarhum adalah korban yg meninggal dunia dalam kecelakaan beruntun siang ini. Mohon doa Bapak dan ibu sekalian,” tulis pesan tersebut.

Saat ini, Sejumlah petugas kepolisian dan Jasa Raharja serta petugas rumah sakit Bhakti Asih masih menunggu proses pengambilan jenazah oleh pihak keluarga.

Baca juga: Mobil Ford Everest Alami Kecelakaan Tunggal di Mampang, Tabrak Trotoar Jalan hingga Hancur

Sementara sedikitnya 19 korban luka-luka masih dirawat di dua rumah sakit, satu di antaranya mengalami luka berat di RS Bhakti Asih dan RS Mutiara Bunda Tanjung Brebes. 

“Korban meninggal bernama Muhamad Singgih Adika, usia 23 tahun, warga Cipayung Jakarta Timur. Identitas itu berdasarkan dokumen SIM dan KTP dalam mobil korban,” kata Penanggung jawab Jasa Raharja Samsat Tanjung Brebes Yudho Tigo, Minggu (18/9/2022).

Korban merupakan pengemudi mobil sedan Honda Civic warna silver AG 1870 ME yang kondisinya rusak parah menabrak truk boks dan ditabrak kendaraan lain dari belakang. Korban berada seorang diri di dalam mobil.

Sebelumnya diketahui bahwa kecelakan beruntun yang melibatkan 10 kendaraan di km 253 tol Pejagan-Pemalang, Jawa Tengah, diduga karena di pinggiran tol ada pembakaran rumput yang membuat jalan gelap tertutup asap saat kejadian hingga mengakibatkan tabrakan beruntun.

Ada 10 mobil yang terlibat kecelakaan dan satu orang dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Baca juga: Dua Anggota Tewas saat Kecelakaan Pesawat, TNI AL Kibarkan Bendera Setengah Tiang

“Indikasi awal kejadian diakibatkan karena salah satu kendaraan pribadi (SUV) paling depan melintas TKP terhalang pandangan akibat asap pembakaran lahan oleh warga, sesampainya di TKP pengemudi melakukan perlambatan (rem) mendadak yang berakibat kendaraan di belakang nya kurang antisipasi sehingga menabrak bagian belakang,” tulis keterangan tersebut.

 Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, gumpalan asap yang mengepul di udara memang bisa mengganggu visibilitas saat mengemudi.

“Maka dari itu, jangan asal merasa bisa melihat dan main tancap gas tanpa memikirkan jarak pandang. Itu mengapa kita harus berhitung jarak aman tidak 3 detik lagi tetapi 6 detik,” ucap Sony saat dihubungi Kompas.com, Minggu (18/9/2022).

Menurut Sony, jarak 6 detik diperlukan untuk mengantisipasi visibilitas pengemudi yang minim akibat melewati jalanan berkabut atau kepulan asap seperti kecelakaan tersebut.

Baca juga: Jadi Korban Kecelakaan Beruntun di KM 92 Tol Cipularang, Kaki Kiri Cecep Nurmansyah Harus Dioperasi

“Jarak aman 3 detik saat kita bisa melihat objek yang ada di depan dan sekitarnya secara clear. Sehingga waktu pengemudi dalam melihat, mengidentifikasi, memprediksi, memutuskan itu jelas. Berbeda dengan kabut yang putih semua, jadi 3 detik tersebut ditambah menjadi 6 detik, terkait safety faktor (jarak pandang),” ucapnya.

Untuk itu Sony menyarankan pengemudi untuk melambatkan kecepatan kendaraan saat melihat kabut atau kepulan asap saat berkendara sebagai antisipasi menghindar.

“Jangan lupa nyalakan lampu senja. Kalau sudah mengganggu sekali, segera cari tempat berhenti yang aman, jadi jangan tunggu kecelakaan,” ucapnya.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Asap Bakaran Lahan Jadi Penyebab Kecelakaan Beruntun di Tol Pejagan"

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved