Breaking News:

Hacker Bjorka Bilang Luhut Belum Divaksin Booster, Juru Bicara Bantah

Kendati demikian, Jodi tidak berkomentar lebih jauh perihal kebocoran data orang nomor satu di Kemenko Marves itu.

Editor: Yaspen Martinus
Tribunnews/Naufal Lanten
Jodi Mahardi, Juru Bicara Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi, membantah Luhut Binsar Pandjaitan belum divaksinasi Covid-19 dosis ketiga alias booster. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Jodi Mahardi, Juru Bicara Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi, membantah Luhut Binsar Pandjaitan belum divaksinasi Covid-19 dosis ketiga alias booster.

Sebelumnya, peretas alias hacker bernama Bjorka, mengumbar data pribadi Luhut seperti nomor telepon, alamat email, hingga alamat rumah dan lainnya melalui media sosial.

Dari kebocoran data ini, Luhut disebutkan belum menjalani vaksinasi dosis ketiga alias booster, dan baru dua kali divaksin Covid-19 pada 2021.

Luhut, kata Jodi, telah divaksinasi booster pada Januari 2022.

“Pak Menko sudah booster kok. Ada sertifkat vaksin ketiganya tertanggal 8 Januari 2022,” kata Jodi Mahardi melalui pesan singkat kepada Tribunnews, Selasa (13/9/2022).

Kendati demikian, Jodi tidak berkomentar lebih jauh perihal kebocoran data orang nomor satu di Kemenko Marves itu.

Baca juga: Serukan Kader Perindo Sumut Solid Sejahterakan Rakyat, TGB dan Mahyudin: Percaya Kita Menang di 2024

Data pribadi Luhut Binsar Pandjaitan ini disebar dalam akun Telegram milik Hacker Bjorka, Senin (12/9/2022).

Bjorka sebelumnya juga mempublikasikan data pribadi milik Menteri Komunikasi dan Infomatika (Menkominfo) Johnny G Plate.

Informasi yang diduga milik Menkominfo itu memperlihatkan nama panjang Johnny beserta gelar pendidikannya dengan status Sarjana Ekonomi (SE).

Baca juga: Gubernur Papua Lukas Enembe Dicegah ke Luar Negeri, Kuasa Hukum Bilang Statusnya Sudah Tersangka

Bjorka juga memberi keterangan foto tersebut dengan tulisan 'Happy birthday.'

Terkait peretasan data pribadi Johnny G Plate, Tribunnews telah mencoba mengonfirmasi. Namun, hingga kini belum ada jawaban dari pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo).

Bjorka sebelumnya telah membocorkan 1,3 miliar data registrasi SIM card berupa NIK, nomor telepon, operator telekomunikasi, dan tanggal pendaftaran.

Data itu sebesar 87 GB, dan disebutkan berasal dari Kementerian Kominfo. (Naufal Lanten)

 

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved