Partai Politik

Suharso Monoarfa Dipecat, Waketum Bantah PPP Pecah

Diskusi itu, kata Arsul, karena para kader dan pengurus PPP merasa kesatuan PPP di bawah kepemimpinan Suharso belum berjalan sesuai yang diinginkan.

Editor: Yaspen Martinus
Warta Kota/Joko Supriyanto
Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani memastikan tak ada perpecahan di partai berlambang Kakbah itu, usai Majelis Tinggi memecat Suharso Monoarfa sebagai ketua umum. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani memastikan tak ada perpecahan di partai berlambang Kakbah itu, usai Majelis Tinggi memecat Suharso Monoarfa sebagai ketua umum.

Arsul menegaskan, penggantian pucuk pimpinan PPP tersebut ditetapkan berdasarkan diskusi internal partai yang memang sudah lama dilakukan, dan bukan atas adanya perpecahan antara para pengurus partai.

"Jadi jangan dibayangkan PPP pecah, PPP terbelah, insyaallah tidak."

Baca juga: LPSK Cium Kejanggalan, Putri Masih Cari Brigadir Yosua Setelah Diduga Alami Kekerasan Seksual

"Karena ini adalah hasil diskusi panjang di internal partai," kata Arsul saat ditemui awak media, di Gedung Nusantara III, Kompleks DPR/MPR, Senayan, Senin (5/9/2022).

Diskusi itu, kata Arsul, karena para kader dan pengurus PPP merasa kesatuan PPP di bawah kepemimpinan Suharso belum berjalan sesuai yang diinginkan.

Hal itu didasari Suharso juga turut menjabat sebagai Menteri Bappenas, sehingga tidak fokus merawat partai.

Baca juga: Dugaan Kekerasan Seksual yang Dialami Putri Candrawathi Janggal, Ini Kata Komnas Perempuan

Oleh karenanya, muncul kesepakatan para kader agar pimpinan PPP tidak merangkap jabatan.

"Kalau yang menjadi pimpinan PPP itu tidak merangkap di jajaran pemerintahan. Diskusi itu sudah lama dan Pak Suharso juga sudah mengetahui."

"Tadi malam itu komunikasi dari keinginan (kader), karena yang hadir dari 34 DPW PPP se-Indonesia itu ada 30 (DPW)," bebernya.

Mardiono Jadi Plt Ketua Umum

Pimpinan tiga majelis DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memecat Suharso Monoarfa sebagai ketua umum.

Wakil Sekretaris Majelis Pertimbangan DPP PPP Usman M Tokan mengatakan, pemberhentian dilakukan setelah pimpinan tiga majelis partai menyikapi kegaduhan soal Suharso secara pribadi dan kalangan simpatisan PPP.

"Sehingga pada tanggal 30 Agustus 2022, dengan berat hati, pimpinan tiga majelis yang merupakan Majelis Tinggi DPP, akhirnya melayangkan surat ketiga."

"Yang atas dasar kewenangannya, mengeluarkan fatwa majelis, yakni memberhentikan Saudara Suharso Monoarfa dari Jabatan Ketua Umum DPP PPP, terhitung sejak surat tersebut ditandatangani," kata Usman saat dikonfirmasi Tribunnews, Senin (5/9/2022).

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved