Partai Politik

Suharso Monoarfa Dipecat, Ketua DPP PPP: Mukernas Serang Menyimpang dari AD/ART

Suharso Monoarfa yang menjabat sebagai ketua umumi, digantikan oleh Ketua Majelis Pertimbangan PPP Muhammad Mardiono.

Editor: Yaspen Martinus
Kolase foto/istimewa
Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP) Syaifullah Tamliha menilai hasil Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) yang digelar di Serang Banten pada 4 September 2022, menyimpang dari AD/ART. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP) Syaifullah Tamliha menilai hasil Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) yang digelar di Serang Banten pada 4 September 2022, menyimpang dari AD/ART.

Mukernas itu menghasilkan keputusan pergantian pucuk pimpinan PPP.

Suharso Monoarfa yang menjabat sebagai ketua umumi, digantikan oleh Ketua Majelis Pertimbangan PPP Muhammad Mardiono.

Baca juga: LPSK Cium Kejanggalan, Putri Masih Cari Brigadir Yosua Setelah Diduga Alami Kekerasan Seksual

Terkait dengan hasil keputusan itu, Tamliha menyatakan mukernas yang digelar oleh Majelis Tinggi Partai menyimpang dari Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PPP.

"Mukernasnya menyimpang dari proses yang diatur AD/ART," kata Tamliha saat dikonfirmasi awak media di Gedung Nusantara III, Kompleks DPR/MPR, Senayan, Senin (5/9/2022).

Kendati demikian, Tamliha tidak menjabarkan secara detail isi dari AD/ART PPP perihal mekanisme digelarnya mukernas.

Baca juga: Dugaan Kekerasan Seksual yang Dialami Putri Candrawathi Janggal, Ini Kata Komnas Perempuan

Dirinya hanya mengatakan, tidak ada yang bisa mencopot Ketua Umum PPP kecuali dalam Muktamar PPP.

"Enggak ada yang bisa mencopot Ketum PPP, sebab yang dipilih oleh Muktamirin hanyalah Ketua Umum dan formatur untuk membantu Ketum terpilih untuk menyusun pengurus DPP PPP," terangnya.

Mardiono Jadi Plt Ketua Umum

Pimpinan tiga majelis DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memecat Suharso Monoarfa sebagai ketua umum.

Wakil Sekretaris Majelis Pertimbangan DPP PPP Usman M Tokan mengatakan, pemberhentian dilakukan setelah pimpinan tiga majelis partai menyikapi kegaduhan soal Suharso secara pribadi dan kalangan simpatisan PPP.

"Sehingga pada tanggal 30 Agustus 2022, dengan berat hati, pimpinan tiga majelis yang merupakan Majelis Tinggi DPP, akhirnya melayangkan surat ketiga."

"Yang atas dasar kewenangannya, mengeluarkan fatwa majelis, yakni memberhentikan Saudara Suharso Monoarfa dari Jabatan Ketua Umum DPP PPP, terhitung sejak surat tersebut ditandatangani," kata Usman saat dikonfirmasi Tribunnews, Senin (5/9/2022).

Usman menambahkan, pada 2-3 September 2022 di Bogor, mahkamah partai menggelar rapat dan mengeluarkan pendapat mahkamah partai.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved