Kenaikan Harga BBM

Pengusaha Warteg tak Mau Kalah, Siap Kerek Harga Lauk Pauk Buntut Kenaikan Harga BBM

Kenaikan harga BBM langsung disikapi pengusaha di berbagai bidang. Mereka bersiap menaikkan barang dan jasa dalam waktu dekat.

Editor: Valentino Verry
HO
Ilustrasi - Masyarakat dipastikan bakal merogoh kocek lebih dalam saat membeli makanan di warteg, karena harga lauk pauk diprediksi naik berkat kenaikan harga BBM. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Seperti sudah diduga sebelumnya, dampak kenaikan harga BBM akan sangat buruk bagi kehidupan masyarakat.

Ini ditandai dengan naiknya semua barang dan jasa, menyusul kebijakan Presiden Jokowi yang menaikkan harga BBM, Sabtu (3/9/2022).

Tarif angutan langsung naik, kini diikuti oleh harga makanan di warteg.

Demikian diungkapkan oleh Ketua Komunitas Warteg Nusantara (Kowantara), Mukroni, bahwa anggotanya bersiap menaikkan harga lauk pauk.

Menurutnya, kenaikan harga lauk pauk di warteg sulit dihindari.

"Kami mulai menghitung berapa harga menu warteg yang harus dinaikin. Kalau cabai bisa substitusi (diganti) dengan cabai kering, kalau BBM naik semua mengerek naik," kata Mukroni, Senin (5/9/2022).

Bagi pengusaha warteg, menaikkan harga makanan ini merupakan pilihan terakhir, bila seluruh harga pangan naik dan tidak lagi bisa disiasati dengan cara mengurangi atau mengganti bahan.

Menurut Mukroni, menaikkan harga makanan membuat para pengusaha warteg khawatir ditinggal pembeli, mengingat daya beli masyarakat belum pulih akibat pandemi Covid-19.

Baca juga: Tips Sandiaga Uno untuk Para Pelaku Ekonomi Kreatif dalam Menghadapi Kenaikan Harga BBM Bersubsidi

"Biasanya menunggu seminggu itung-itungannya (melihat kenaikan harga pangan). Kowantara harap pemerintah bisa mengatur emak-emak (pedagang) di pasar agar tidak naikkan harga setiap hari," ujarnya.

Menaikkan harga makanan juga tidak lantas menyelesaikan masalah, karena pemilik warteg harus berhadapan dengan kenaikan harga sewa tempat usaha mereka yang diprediksi ikut naik.

Mukroni memprediksi dampak kenaikan harga BBM bagi pengusaha Warteg akan terlihat hingga tahun 2023, saat dikhawatirkan banyak warteg gulung tikar karena tidak mampu membayar sewa.

"Statemen kami (Kowantara) tahun depan banyak warteg yang tutup karena tidak bisa melanjutkan sewa atau kontrak," tuturnya.

Baca juga: Kenaikan Harga BBM, Organda Kota Bekasi Tetapkan Tarif Sementara Angkutan Umum Naik Rp 500-1.000

Sebagai informasi, Sabtu (3/9/2022) pemerintah menaikkan harga Pertalite dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000, Solar subsidi dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp6.800, dan Pertamax dari Rp12.500 menjadi Rp14.500 per liter.

Dengan adanya kenaikan harga BBM, pemerintah pun memberikan bantuan sosial atau bansos berupa BLT BBM. 

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved