Properti

Daya Beli Tumbuh, Qyusi Persada Optimistis Bisnis Konstruksi Moncer, Siap Garap Pasar B2C dan B2B

Eko Budi Sektiono mengatakan saat ini pertumbuhan properti di Indonesia cukup berkembang seiring dengan peningkatan ekonomi

Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota
Eko Budi Sektiono saat Grand Launcing PT Qyusi Jaya Persada di Aston Hotel Simatupang, Jakarta Selatan 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- Melandainya kasus Covid-19 membuat situasi ekonomi kembali bergairah.

Termasuk pada bidang properti, dimana terjadi peningkatan permintaan akan hunian dalam beberapa bulan terakhir.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) perbaikan ekonomi sudah di atas 5 persen secara year on year (yoy). Artinya fundamental Indonesia menurutnya sudah sangat baik.

Di sisi lain, sektor properti berdasarkan data Bank Indonesia (BI) per April tumbuh 6,1 persen , sedangkan pertumbuhan KPR dan KPA naik 10,5 persen

Di sisi lain, investor juga mulai bergeliat dalam membangun usaha baru maupun mengembangkan usahanya dengan membuka cabang di lokasi baru

Baca juga: BTN Berikan Bunga KPR 2,22 Persen di Tahun Pertama di Ajang Indonesia Properti Expo 2022

Melihat kondisi ini, PT Qyusi Jaya Persada makin bergairah menatap bisnis bidang konstruksi di Indonesia pada 2022 ini.

Saat ini perusahaan fokus menggarap pasar Business to Consumer (B2C) dan Business to Business (B2B).

Pasar B2C meliputi proyek renovasi rumah, bangun rumah sedangkan untuk proyek B2B meliputi proyek strategis nasional dimana salah satunya proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan.

Direktur Utama PT Qyusi Jaya Persada Eko Budi Sektiono mengatakan saat ini pertumbuhan properti di Indonesia cukup berkembang seiring dengan peningkatan ekonomi dan daya beli konsumen yang terus tumbuh.

Ia menyebut, nilai investasi untuk satu proyek B2B mencapai Rp 4 miliar-Rp 10 miliar sedangkan untuk proyek B2C, nilai paling kecil mencapai Rp 10 juta.

Baca juga: Jual Properti Mudah di Aplikasi MasterDeal, Fithor Targetkan 1 Juta Agen di Tahun 2024

“ Kami siap menggarap dua jenis pasar baik B2C dan B2B karena kedua pasar ini mempunyai potensi yang luar biasa dan sangat berkembang,” ungkap Eko Budi Sektiono saat Grand Launcing PT Qyusi Jaya Persada di Jakarta belum lama ini

Eko pun membagikan tips dalam memilih perusahaan konstruksi yang berkualitas, salah satunya pentingnya legalitas

Eko menyebut, kontraktor yang telah mengantongi legalitas akan lebih bertanggungjawab lantaran mulai dari perjanjian hingga proyek selesai semuanya terlindungi oleh jaminan hukum.

Eko menyinggung banyaknya permasalahan yang dihadapi masyarakat saat mempercayakan pembangunan rumah kepada kontraktor lepas atau yang tidak memiliki badan hukum.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved