Catatan Ilham Bintang
Arti Pelukan Mesra Ferdy Sambo-Putri Candrawathi dalam Kasus Polisi Tembak Polisi
Putri Candrawathi memeluk Ferdy Sambo di sela-sela menjalani rekontruksi pembunuhan Brigadir J di rumah mereka di Durentiga Jakarta Selatan.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Di balik peristiwa kekerasan dan kekejaman yang mendominasi kasus "Polisi Tembak Polisi" ternyata dalam rangkaian penyidikannya ada juga menyajikan adegan mengharukan.
Adegan tersebut terlihat saat Irjen Pol Ferdy Sambo berpelukan dengan istrinya, Putri Candrawathi.
Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi adalah tersangka kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J, anggota Polri yang sebelumnya adalah ajudan Ferdy Sambo.
Kita tidak tahu apakah adegan itu bagian dari peristiwa yang direka ulang dari perkara yang ada ataukah itu adegan yang muncul spontan secara alamiah berdasar situasi mutakhir.
Pasutri itu memang sudah cukup lama terpisah oleh kasus yang menyatukan nasib keduanya : sama- sama tersangka pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati.
Mereka tersangkut peristiwa yang sudah hampir dua bulan menyita perhatian publik. Kejadiannya sehabis merayakan ulang tahun ke-22 perkawinannya pada 6 Juli lalu di Magelang.
Paling tidak, mereka memang terpisah tiga minggu lalu sejak Ferdy Sambo resmi tersangka dan ditahan di Mako Brimob.
Ferdy dan Putri kawan satu sekolah. Menjalin hubungan sejak masih remaja, sama-sama siswa sekolah menengah pertama di Makassar. Kemudian berumah tangga setelah keduanya menyelesaikan pendidikan.
Baca juga: Kabareskrim: Dua Kali Bharada Eliezer Bilang Ferdy Sambo Ikut Tembak Brigadir Yosua
Ferdy yang lulusan Akpol melanjutkan karier sebagai polisi hingga berpangkat Irjen Pol dan punya kekuasaan besar di Polri.
Putri Candrawathi menyandang gelar dokter gigi. Keluarga yang tergolong sukses dan elitis itu dikaruniai empat orang anak.
Namun, segera setelah peristiwa itu dunia sudah terbalik bagi keluarga ini. Mereka seperti "dijatuhkan " dari langit. Ibarat kata pepatah hujan sehari menghapus kemarau setahun.
Adegan berpelukan itu mengharukan. Menyelip di tengah rekonstruksi pembunuhan berencana Brigadir Yosua Hutabarat 8 Juli lalu di mana keduanya berstatus tersangka utama.
Rekonstruksi disiarkan secara live oleh banyak televisi. Dimulai sejak pagi hingga petang, Selasa (30/8). Meski dilangsungkan pada hari kerja, reka ulang tersebut mendapat perhatian luas masyarakat.
Teknologi informasi era digital memungkinkan siapapun dan di manapun dapat menonton reka ulang peristiwa tersebut.
Tetapi rekonstruksi secara terbuka kemarin memang tidak sepenuhnya memenuhi rasa ingin tahu masyarakat secara mendalam.
Baca juga: Bharada E Sempat Marah ke Ferdy Sambo Saat Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir J
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Ferdy-Sambo-dan-istri-Putri-Candrawathi.jpg)