Berita Nasional

Amien Rais Ultimatum Mahfud MD soal KM 50: Jangan Setengah-setengah Kutip Pernyataan Orang!

Melalui cuitan di Twitter, Amien Rais menyebut Mahfud MD mencatut namanya dan mengutip pernyataannya secara tidak utuh

Editor: Feryanto Hadi
Youtube Amien Rais Official
Amien Rais tidak terima pernyataannya soal KM50 disampaikan Mahfud MD secara tidak lengkap 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Ketua Partai Ummat, Amien Rais, berang terhadap komentar dari Menkopolhukam Mahfud MD yang memakai analoginya saat disinggung netizen terkait kasus KM 50.

Amien Rais menganggap, Mahfud MD tidak utuh menyampaikan pandangannya sehingga riskan disalahartikan banyak orang.

Amien Rais pun mewanti-wanti agar Mahfud MD tak sembarangan mengutip pernyataannya.

Sebelumnya diberitakan, di akun Twitternya Minggu (28/8/2022), Mahfud MD membuka diskusi terkait propaganda Islamofobia yang kerap disematkan kepada pemerintah.

Dalam diskusi tersebut, Mahfud MD akan menjawab segala pertanyaan netizen terkait topik tersebut.

Kemudian, seorang netizen bertanya soal peristiwa KM 50 atau kematian enam laskar FPI usai kasus tembak menembak dengan sejumlah aparat polisi.

Baca juga: Disinggung Soal KM 50, Mahfud MD Pakai Analogi Amien Rais

Baca juga: Tanggapi Postingan Foto Santri Calon Teroris Denny Siregar, Mahfud MD: Dia Tak Mewakili Negara

Membaca hal tersebut, Mahfud MD memakai analogi dari Amien Rais yang mengatakan bahwa tidak ada keterlibatan polisi dalam kematian anggota FPI.

“Kata Pak Amien Rais saat menyambut buku putih TP4, kasus KM 50 clear tak melibatkan TNI/POLRI,” kata Mahfud MD.

Apalagi, Mahfud MD berujar bahwa kasus tersebut sudah dibawa ke pengadilan dan sudah diputuskan oleh pihak berwenang bahwa tidak ada pelanggaran HAM dalam kasus tersebut.

Pihak Komnas HAM juga menyatakan bahwa kasus tersebut merupakan pidana biasa dan tidak ada unsur unlawful killing.

BERITA VIDEO: Begini Suasana Rumah Dinas Ferdy Sambo Sebelum Penyidik Rekontruksi Kematian Brigadir J Selasa

"Kasusnya sudah dibawa ke pengadilan sesuai temuan Komnas HAM bahwa itu pidana biasa. Komnas HAM berwenang bilang begitu berdasar undang-undang," ujar Mahfud MD.

Sampai saat ini, menurut Mahfud MD, Kapolri pun masih mempersilakan pihak manapun untuk memberikan novum terkait kasus KM 50.

"Meski demikian, kata Kapolri, kalau Anda punya novum, sampaikan,” ucap Mahfud MD.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved