Minggu, 3 Mei 2026

Polisi Tembak Polisi

Kapolri: Motif Pembunuhan Brigadir J antara Pelecehan atau Perselingkuhan

Listyo Sigit mengungkap motif pembunuhan Brigadir J oleh Ferdy Sambo antara pelecehan atau perselingkuhan korban dengan Putri Candrawathi, istri Sambo

Tayang:
Akun YouTube Kompas TV
Kapolri Jenderal Listyo Sigit di depan Komisi III DPR mengatakan motif utama Ferdy Sambo bunuh Brigadir j karena marah dan emosi setelah dengar laporan istrinya Putri Candrawathi, Rabu (24/8/2022). Ia memastikan motif pembunuhan Brigadir J yang diotaki oleh Irjen Ferdy Sambo, karena dipicu adanya laporan dari Putri Candrawathi kepada Ferdy Sambo, terkait masalah kesusilaan. Masalah kesusilaan itu kata Listyo adalah antara pelecehan atau perselingkuhan antara Brigadir J dengan Putri Candrawathi. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan motif pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J yang diotaki oleh Irjen Ferdy Sambo, karena dipicu adanya laporan dari Putri Candrawathi kepada Ferdy Sambo, terkait masalah kesusilaan.

Masalah kesusilaan itu kata Listyo adalah antara pelecehan atau perselingkuhan antara Brigadir J dengan Putri Candrawathi. Untuk memastikannya, kata Listyo pihaknya masih perlu memeriksa Putri Candrawathi, Kamis (25/8/2022) besok.

"Bahwa memang ada satu pemeriksaan yang memang kita tunggu untuk memastikan motif, khususnya pemeriksaan terhadap ibu PC besok," kata Listyo dalam rapat dengan pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR, membahas kasus pembunuhan Brigadir J oleh Ferdy Sambo, Rabu (24/8/2022) malam.

"Sehingga saat ini kami sampaikan bahwa motif Ini dipicu adanya laporan dari ibu PC terkait dengan masalah masalah kesusilaan. Ini juga untuk menjawab bahwa isunya, antara pelecehan ataupun perselingkuhan. Ini sedang kami dalami. Jadi tidak ada isu di luar itu. Dan ini tentunya akan kami pastikan besok setelah pemeriksaan terakhir ke PC," kata Listyo.

Menurutnya Listyo juga diharapkan bisa mendapatkan gambaran secara lebih jelas yang menyebabkan saudara Ferdy Sambo terpicu amarah dan emosinya pada saat Putri Candrawathi melaporkan terkait adanya masalah kesusilaan di Magelang.

"Terkait motif ini juga sudah ditanyakan Pak Sudding, terkait adanya beberapa peristiwa di Magelang," kata Listyo.

Baca juga: Kapolri Sebut Perlu Periksa Putri Candrawathi Lagi untuk Pastikan Motif Pembunuhan Brigadir J

Sebelumnya anggota Komisi III DPR RI Sarifuddin Sudding membeberkan dugaan pelecehan yang dialami oleh istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, oleh ajudannya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, saat mereka berada di Magelang.

Sarifuddin membeberkan hal itu, saat rapat dengar pendapat membahas kasus pembunuhan Brigadir J oleh Ferdy Sambo, dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di gedung DPR, Rabu (24/8/2022).

Setelah membeberkannya, Sudding menanyakan ke Kapolri, apakah kronologis kejadian dugaan pelecehan Putri Candrawathi di Magelang hingga berujung pembunuhan Brigadir J di Duren Tiga, benar atau tidak.

Baca juga: Sudding Beberkan Kronologis Dugaan Pelecehan Putri Candrawathi di Magelang di Depan Kapolri

"Kapolri, benar atau tidak tentang motif ini, dari berbagai sumber. Saya mencoba memformulasikan tentang motif ini dan mudah-mudahan Pak Kapolri memberikan jawaban, benar atau tidak, tentang apa yang saya sampaikan yakni kejadian di Magelang," kata Sarifuffin.

Sarifuddin menjelaskan pada 2 Juli 2022, rombongan pertama yakni Putri Candrawathi, Brigadir J, Brigadir Ricky, Bharada Richard Eliezer, Kuwat Maruf dan asisten rumah tangga Susi menuju Magelang.

Tujuannya untuk melihat anak Putri dan Sambo yang sementara sekolah di Magelang.

Baca juga: Kapolri Sebut Perlu Periksa Putri Candrawathi Lagi untuk Pastikan Motif Pembunuhan Brigadir J

"Mereka tinggal di salah satu rumah di Magelang. Rumah kecil lantai dua dan segala aktivitas dalam rumah itu itu bisa dilihat sangat mudah," kata Sarifuddin.

"Baru kemudian pada tanggal 4 Juli ada kejadian. Pada saat siang hari, Putri tidur di sofa di ruang tamu. Lalu kemudian datang Brigadir J, ingin membopong. Katakanlah seperti itu, mengangkat Putri untuk masuk dalam kamar. Melihat kejadian itu si Kuwat membentak Brigadir J, agar tidak melakukan itu dan menyentuh ibu. Kemudian Brigadir J mengurungkan niatnya," beber Sarifuddin.

Baca juga: Kapolri Tutup Mulut soal Motif Ferdy Sambo Bunuh Brigadir J, Komisi III: Buka Saja Terang Benderang!

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved