IKN Nusantara

Walhi Jakarta Sebut Ariza Miliki Pemikiran Sesat, Jakarta Selamat dari Tenggelam jika IKN Pindah

Direktur Eksekutif Walhi Jakarta Suci Fitria Tanjung menilai Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria miliki pemikiran sesat soal IKN yang pindah.

Wartakotalive/Leonardus Wical Zelena Arga
Pernyataan Wakil Gubenur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria soal IKN yang pindah ke Kaltim bisa menyelamatkan Jakarta dari tenggelam, mendapat bantahan keras Walhi Jakarta. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) DKI Jakarta menyesalkan pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria soal kepindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Provinsi Kalimantan Timur.

Pemindahan IKN yang disebut Ariza akan membantu mencegah Jakarta dari ancaman tenggelam dinilai Walhi adalah pikiran yang sesat.

“Pernyataan Wagub ini adalah logical fallacy yang berbahaya yang dapat menumbalkan keberlangsungan lingkungan hidup dan hidup warga Jakarta,” kata Direktur Eksekutif Walhi Jakarta, Suci Fitria Tanjung, Selasa (16/8/2022).

“Jelas sekali bahwa premis akar masalah yang menyebabkan Jakarta tenggelam dan kesimpulan yang ditarik sebagai landasan solusi, tidak nyambung,” lanjutnya.

Walhi Jakarta menilai akar masalah yang mengancam Jakarta tenggelam justru karena pemerintah gagal melakukan kebijakan yang strategis.

Mulai dari perencanaan tata ruang, penyediaan layanan pipa air bersih, dan melakukan penegakan aturan terkait ekstraksi air tanah dalam equifier untuk sektor komersil dan industri.

Kegagalan pemerintah juga tercermin dari minimnya kawasan imbuhan air tanah karena 64-92 persen merupakan tutupan lahan kedap dan terbangun (Data DLH DKI Jakarta).

Baca juga: Momen Harkitnas, Delapan Ormas Lintas Agama Gelar Ikrar Kebangsaan di Titik Nol IKN Nusantara

Dengan kata lain, beberapa wilayah di Jakarta kehilangan kemampuan menyerap air sehingga mengganggu ketersediaan air tanah.

“Wilayah dengan tutupan lahan kedap air paling tinggi adalah Jakarta Utara dan Jakarta Pusat, yang mana, kedua daerah tersebut juga merupakan wilayah yang paling tinggi angka penurunan muka tanahnya,” ujarnya.

Menurut Suci, pemindahan IKN ke Kalimantan Timur tidak akan berdampak signifikan pada penurunan masalah lingkungan hidup di Jakarta.

Baca juga: Spanyol Siap Bantu Proyek Transportasi, Menhub Budi Karya Tawarkan Proyek di IKN Nusantara

Sebab pasca pemindahan tersebut, Jakarta masih diwacanakan menjadi pusat bisnis dan jasa global, sehingga kebutuhan ruang akan terus tinggi dan wacana pemulihan lingkungan hidup di Jakarta menjadi semakin sulit dibayangkan.

“Pemindahan ibu kota sama sekali tidak berkaitan dengan agenda pemulihan lingkungan hidup di Jakarta,” ujarnya.

“Selama ambisi pembangunan tidak diturunkan, Jakarta akan sulit pulih,” imbuh Suci.

Karena itu, Suci meminta kepada pejabat publik agar berhenti menggunakan alasan perbaikan lingkungan hidup di Jakarta untuk memuluskan rencana pemindahan IKN.

Pekatnya kabut polusi menghalangi pemandangan Ibu Kota dari atas menara Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat.
Pekatnya kabut polusi menghalangi pemandangan Ibu Kota dari atas menara Monumen Nasional (Monas), Gambir, Jakarta Pusat. (Warta Kota/Dwi Rizki)

Dalam kesempatan itu, Suci menyinggung penyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria soal pemindahan IKN sebagai upaya pencegahan Jakarta tenggelam. Dia menganggap, pernyataan itu juga kontradiktif dengan kebijakan yang dibuat pemerintah.

“Melalui Peraturan Gubernur Nomor 118 Tahun 2020, pemerintah justru mempermudah Izin pembangunan gedung di Jakarta. Padahal, penurunan muka tanah juga dipengaruhi oleh beban bangunan,” jelas Suci.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved