Puluhan Karangan Bunga Banjiri Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta, Dukung Pemberantasan Pungutan Liar

Seperti yang diketahui dua eks pejabat Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta divonis 3,5 tahun dalam kasus dugaan pemerasan terhadap dua perusahaan jasa ti

Editor: Ahmad Sabran
HO
Karangan bunga di depan Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta, Rabu (7/8/2022) 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Puluhan karangan bunga yang dikirimkan oleh para pemangku kepentingan memenuhi area depan kantor Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta, Rabu (11/8/2022).

Karangan bunga tersebut sebagai bentuk apresiasi karena telah berani melakukan pemberantasan pungutan liar (Pungli) di kantor Bea Cukai (BC) Bandara Soekarno Hatta.

Diantara ucapan dukungan tersebut datang dari Aliansi Anti Pungli Bandara yang mengatakan Terima Kasih Ibu Finari dan Jajaran Save Bandara Dari Pungli, Masyarakat Anti Korupi Bandara yang mengatakan Terima Kasih Ibu Finari Manan dan Seluruh Jajaran Kami Dukung Anda Sikat Korupsi, PT. Pos Logistik Nusantara yang mengatakan Terima Kasih Ibu Finari Manan dan Staf KPU Berangas Korupsi Di Bandara serta masih banyak lagi.

Seperti yang diketahui dua eks pejabat Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta divonis 3,5 tahun dalam kasus dugaan pemerasan terhadap dua perusahaan jasa titipan.

Majelis hakim yang diketuai Slamet Widodo, menjatuhkan hukuman pidana penjara tiga tahun enam bulan bagi Qurnia Ahmad Bukhari (QAB), dikurangi dengan masa tahanan serta denda Rp100 juta. 

Sedangkan Vincentius Istiko Murtiadji (VIM) juga dijatuhi hukuman pidana penjara tiga tahun enam bulan dikurangi masa tahanan, dan denda Rp100 juta subsider tiga bulan. Keduanya menyatakan banding atas putusan tersebut.

Sementara itu, perusahaan jasa titipan, PT Sinergi Karya Kharisma (SKK) mengapresiasi putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Serang, Banten dalam kasus pemerasan yang melibatkan para eks pejabat Bea Cukai.

“PT SKK mengapresiasi putusan majelis hakim yang mencerminkan rasa keadilan dan sangat cermat mempelajari dan melihat kasus pemerasan di lingkungan Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta ini, yang telah mengakibatkan klien kami menanggung kerugian materiil dan imateriil selama setahun lebih,” kata kuasa hukum PT SKK, Panji Satria Utama dalam keterangan resmi, Kamis (11/8).

Ia juga menjelaskan bahwa VIM sebagai saksi utama terpidana yang berperan sebagai kurir uang hasil pemerasan mengakui tindakan yang dilakukannya adalah berdasarkan perintah terpidana QAB. Menurutnya, putusan majelis hakim yang lebih tinggi di atas tuntutan jaksa mengindikasikan perbuatan terpidana bukan hanya terbukti, tapi sangat serius. 

Baca juga: Boy William Ajak Dinner Kurma Citayam Sampai Muntah dan Dibuat Nangis

Baca juga: Sukseskan Bulan Dana PMI 2022, Ratusan Kepala Sekolah di Jaksel Dikukuhkan Menjadi Duta PMI

Baca juga: Geer Suami Digoda Pramusaji JCo, Wanita di Serang Dihujat Karena Labrak Pegawai

Panji juga menegaskan bahwa PT SKK sebagai korban pemerasan sangat mengapresiasi Kejaksaan Tinggi Banten dan Kejaksaan Negeri Tangerang yang telah konsisten memberantas korupsi serta praktik pungli di kawasan pelabuhan dan bandara, sesuai komitmen Jaksa Agung RI. PT SKK juga mengapresiasi langkah tegas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam mengawal kasus yang melibatkan para mantan petinggi jajarannya ini.

“Kami mendukung upaya pemberantasan korupsi terutama di wilayah bandara, dan mengawal langkah Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta dalam mewujudkan zero tolerance terhadap pelaku pungli dan korupsi,” kata dia.

BERITA VIDEO: 

Sebelumnya, gedung Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Serang dibanjiri karangan bunga ucapan terima kasih.

Ucapan itu dikirimkan usai dua eks pejabat Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta divonis 3,5 tahun dalam kasus dugaan pemerasan dua perusahaan jasa titipan (PJT). Kedua pejabat itu adalah mantan Kepala Bidang Pelayanan Fasilitas Pabean pada KPU Bea dan Cukai  Soekarno-Hatta, Qurnia Ahmad Bukhari serta mantan Kepala Seksi Fasilitas Pabean dan Bea Cukai II bidang Pelayanan dan Fasilitas Pabean Soetta, Vincentius Istiko Murtiadji.

Sebagian Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Karangan Bunga "Save Bea Cukai dari Pungli" Penuhi Pengadilan Tipikor Serang"

Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved