Rabu, 15 April 2026

Polisi Tembak Polisi

Bharada E Ungkap Irjen Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Bertengkar Sebelum Pembunuhan Brigadir J

Bharada E mengungkapkan fakta baru bahwa ada pertengkaran hebat antara Irjen Ferdy Sambo dengan Putri Candrawathi (PC), di hari pembunuhan Brigadir J

Istimewa
Brigadir J dan Bharada E. Bharada E diperintahkan Irjen Ferdy Sambo menembak Brigadir J. Diduga ini karena sebelumnya ada pertengkaran hebat antara Irjen Ferdy Sambo dan istrinya Putri Candrawathi di Magelang, sebelum pembunuhan Brigadir J terjadi. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Bharada E mengungkapkan fakta baru bahwa ada pertengkaran hebat antara Irjen Ferdy Sambo dengan Putri Candrawathi (PC), di hari penembakan atau pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Pertengkaran itu terjadi di Magelang yang membuat Putri Candrawathi menangis sejak di Magelang, hingga kembali ke Jakarta pada 8 Juli, di hari tewasnya Brigadir J di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di Duren Tiga.

Meski begitu, Bharada E tidak tahu pasti apa penyebab pertengkaran yang membuat istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi menangis. Hingga akhirnya Bharada E diperintahkan menembak Brigadir J di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.

Karenanya diduga kuat ada hubungan antara insiden menangisnya PC dengan tewasnya Brigadir J yang dibunuh Irjen Ferdy Sambo.

Hal itu dikatakan kuasa hukum Bharada E, Muhammad Boerhanuddin, di kanal YouTube acara Hot Room Metro TV, Rabu (10/8/2022) malam.

"Bharada E tidak menyebut masalahnya, cuma kata dia Ibu Putri nangis-nangis dari Magelang itu. Menangis-nangis di rumah di Magelang situ, karena pertengkaran," kata Boerhanuddin.

Baca juga: Muncul ke Publik, Keluarga Bharada E Merasa Putus Asa dan Minta Tolong pada Presiden Joko Widodo

Pertengkaran terjadi antara Irjen Ferdy Sambo dan istrinya Putri Candrawathi.

"Bharada E tidak sampaikan motif menangis ibu Putri karena apa. Bharada E tidak tahu kenapa sampai menangis," ujar Boerhanuddin.

Sampai akhirnya kata Boerhanuddin saat tiba di Jakarta, Bharada E dipanggil Irjen Ferdy Sambo dan diperintahkan menembak Brigadir J yang saat itu tak berdaya melakukan perlawanan.

Bharada E katanya juga tidak tahu sama sekali motif Irjen Ferdy Sambo menyuruhnya menembak Brigadir J.

Baca juga: Bharada E Ungkap Kematian Brigadir Yosua Lewat Tulisan Tanpa Diminta

"Dia tidak tahu sama sekali. Dari pengakuan Bharada E, kalau di TKP tidak ada pertengkaran sama sekali. Yang dia cerita itu, dari Magelang mungkin ada masalah antara ibu dan Irjen Ferdy Sambo, begitu," kata Boerhanuddin.

Sebagai bawahan, katanya, Bharada E tidak kuasa menolak perintah Irjen Ferdy Sambo.

"Dugaan pelecehan itu tidak ada di TKP sama sekali, menurut Bharada E. Pengakuannya di TK[, Brigadir J belum tertembak. Yang pertama menembak adalah Bharada E atas perintah Irjen Sambo. Lalu dari pengakuan Bharada E tidak ada penganiayaan sama sekali," katanya.

Dari keterangan Bharada E, kata Boerhanuddin, motif pembunuhan Brigadir J mengarah seperti pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD yang mengatakan motif kasus ini sensitif dan mungkin hanya bisa di dengar orang dewasa.

Sementara itu, Menko Polhukam Mahfud MD menjelaskan maksud pernyataannya bahwa motif pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J oleh Irjen Ferdy  Sambo, adalah sensitif dan banyak beredar atau di dengar di masyarakat.

Baca juga: Bharada E: Dari Magelang Putri Candrawathi Menangis, Diduga Bertengkar dengan Suaminya Ferdy Sambo

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved