Polisi Tembak Polisi

Polisi Bakal Usut Kemungkinan Ada Pihak yang Menyuruh Bharada E Menembak Brigadir Yosua

Sigit juga meyakini dalam hasilnya nanti, seluruh motif terkait insiden baku tembak itu bisa terungkap.

Editor: Yaspen Martinus
Wartakotalive/Miftahul Munir
Tim khusus bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terus berupaya mengungkap kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Tim khusus bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terus berupaya mengungkap kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Termasuk, soal kemungkinan adanya pihak yang menyuruh Bharada E menembak Brigadir Yosua.

"Tentunya ini sedang kita kembangkan, apakah ada yang menyuruh atau inisiatif sendiri," kata Sigit saat konferensi pers di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Kamis (4/8/2022).

Dirinya menyatakan sejauh ini proses perkembangan pemeriksaan masih terus berlangsung.

Sigit juga meyakini dalam hasilnya nanti, seluruh motif terkait insiden baku tembak itu bisa terungkap.

Terlebih, kasus ini juga sudah menjadi perintah dan atensi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk dapat diungkap secara cepat.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Indonesia Naik Lebih dari 15 Kali Lipat dalam Dua Bulan

"Pak Kabareskrim dan timsus sedang mendalami terkait peristiwa yang terjadi, tentunya semua motif sedang kita gali, kemudian semuanya jadi jelas, jadi ini tugas dari timsus untuk kemudian membuat terang semuanya," paparnya

Kapolri juga mencopot 10 perwira polisi, buntut kasus kematian Brigadir Yosua. Mereka dipindahkan menjadi pati Yanma Polri.

Pencopotan tersebut berdasarkan surat telegram dengan ST Nomor 1628/VIII/KEP/2022 tanggal 4 Agustus 2022. Surat itu ditandatangani oleh As SDM atas nama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Indonesia 4 Agustus 2022: 14 Pasien Wafat, 6.527 Orang Positif, 6.664 Sembuh

"Malam hari ini saya keluarkan TR khusus untuk memutasi, dan tentunya harapan saya proses penanganan tindak pidana terkait meninggalnya Brigadir Yosua ke depan akan berjalan baik," ucap Sigit di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (4/8/2022).

Sementara, Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyampaikan, Irjen Ferdy Sambo dicopot dalam rangka pemeriksaan oleh inspektorat khusus (Irsus).

"Yang dimutasi sebagai Pamen Yanma Polri dalam status proses pemeriksaan oleh Irsus timsus," jelas Dedi.

Baca juga: LPSK Minta Polri Lindungi Bharada E di Rutan, Jangan Sampai Bunuh Diri

Dedi menuturkan, Irjen Ferdy Sambo bakal ditindak secara etika maupun pidana jika terbukti melakukan pelanggaran dalam kasus Brigadir Yosua.

"Apabila bukti melakukan pelanggaran etika, akan diperiksa, apabila terbukti pelanggaran pidana seperti Pak Kapolri sampaikan, akan diproses sesuai prosedur," cetusnya.

Dedi menuturkan, hal tersebut menjadi bukti ketegasan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menuntaskan kasus Brigadir Yosua.

Baca juga: Pergi ke Magelang Sebelum Insiden, Ferdy Sambo dan Istrinya Ternyata Rayakan Ulang Tahun Pernikahan

"Ini menunjukkan keseriusan dan sikap tegas dari Pak Kapolri."

"Pak Kapolri dari awal sudah menyampaikan tidak akan menutup-nutupi kasus ini, beliau akan membuka sejelas-jelasnya."

"Tapi saya mohon kepada teman-teman untuk sabar dulu, karena semuanya berproses," bebernya. (Rizki Sandi Saputra)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved