Virus Corona

Kasus Covid-19 di Indonesia Naik Lebih dari 15 Kali Lipat dalam Dua Bulan

Kenaikan kasus pun diiringi oleh angka kematian. Pada minggu terakhir, terdapat 91 kasus kematian.

Editor: Yaspen Martinus
AFP PHOTO/CENTERS FOR DISEASE CONTROL AND PREVENTION/ALISSA ECKERT/HANDOUT
Kasus positif Covid-19 pada minggu ini tercatat sebanyak 38 ribu lebih. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Kasus positif Covid-19 pada minggu ini tercatat sebanyak 38 ribu lebih.

"Artinya, kasus positif mingguan telah naik sebanyak lebih dari 15 kali lipat dalam dua bulan," ungkap Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Profesor Wiku Adisasmito, dalam konferensi pers virtual, Kamis (4/8/2022).

Kenaikan kasus pun diiringi oleh angka kematian. Pada minggu terakhir, terdapat 91 kasus kematian.

Angka ini dinilai meningkat tajam dibandingkan minggu sebelumnya yang masih berkisar pada 40 kasus kematian.

"Bahkan beberapa hari terakhir kita sempat menyentuh lebih 20 kematian dalam satu hari," tegas Wiku.

Saat ini, ada lima provinsi penyumbang kasus positif tertinggi mingguan. Kalimantan Selatan masuk dalam lima provinsi tertinggi dengan 610 kasus pada posisi kelima.

Baca juga: Minta Maaf dan Berbelasungkawa Atas Wafatnya Brigadir Yosua, Irjen Ferdy Sambo: Saya Mohon Doa

Sedangkan di urutan pertama adalah DKI Jakarta sebanyak 19 ribu kasus, disusul Jawa Barat 7.000 kasus, Banten 4.000 kasus, dan Jawa Timur 2.000 kasus.

Angka kematian di lima provinsi ini juga menunjukkan peningkatan. DKI Jakarta menjadi penambahan kematian bulanan terbanyak, yaitu 29 kematian. Disusul Jawa Barat dengan 11 kematian, dan sisanya kurang dari 7 kematian.

"Sayangnya, angka Bed Occupancy Rate (BOR) pada minggu sebelumnya dapat dipertahankan di bawah lima persen, saat ini justru telah mengalami peningkatan," beber Wiku.

Baca juga: Hadir di Bareskrim, Irjen Ferdy Sambo: Ini Pemeriksaan yang Keempat

BOR di DKI Jakarta adalah yang tertinggi, mencapai 12,93 persen. Disusul Kalimantan Selatan sebanyak 12,79 persen, dan Banten 11,25 persen.

Lalu ada Jawa Barat yang telah mencapai 8,28 persen. Hanya Jawa Timur yang berada di bawah 5 persen untuk lima provinsi yang masuk lima besar kasus tertinggi di Indonesia. (Aisyah Nursyamsi)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved