Kampanye Stop Pelecehan Seksual, Transjakarta Tempel Stiker Hingga Tambah Petugas
Transjakarta berkomitmen cegah pelecehan seksual dengan kampanye 'Stop Pelecehan Seksual' yang dilakukan berupa menempel stiker dan menambah petugas.
Penulis: Indri Fahra Febrina | Editor: Junianto Hamonangan
WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - PT Transportasi Jakarta atau Transjakarta berkomitmen cegah pelecehan seksual melalui kampanye 'Stop Pelecehan Seksual'.
Kampanye tersebut sebagai penanda awal Transjakarta mencegah terjadinya tindakan asusila di dalam bus Transjakarta.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo berharap, minim aduan pelecehan seksual semenjak ada Kampanye 'Stop Pelecehan Seksual'.
Terlebih, ada sembilan laporan pelecehan seksual yang terjadi di transportasi umum per Juli 2022.
"Kegiatan ini diharapkan dapat membangun kesadaran, keamanan, kenyamanan, dan keselamatan bersama dam transportasi umum," kata Syafrin di Halte Harmoni, Gambir, Jakarta Pusat pada Jumat (5/8/2022).
Baca juga: Minimalisir Aksi Pelecehan Seksual, Transjakarta Buka 1.801 Lowongan Pekerjaan PLO
Adapun wujud nyata dari kampanye tersebut yaitu memasang stiker yang bernarasi pencegahan pelecehan seksual di dalam bus Transjakarta.
Kemudian, TransJakarta juga menambah petugas di halte dan bus untuk menggagalkan sekaligus memantau terjadinya pelecehan seksual.
Tak hanya itu, terdapat juga Pos Sahabat Anak dan Perempuan atau Pos SAPA sebagai tempat aduan laporan pelecehan seksual di 23 halte bus Transjakarta.
Transjakarta juga menjamin kerahasiaan identitas pelapor atau korban yang mengalami pelecehan seksual di bus Transjakarta.
Baca juga: Tiga Langkah Transjakarta Minimalisir Pelecehan Seksual di Dalam Bus
"Jadi bagi masyarakat yang mengalami pelecehan seksual atau yg melihat kejadian, itu bisa melaporkan. Ada nomor aduan 112 dan kemudian Pos SAPA terdekat akan melakukan tindakan penanganannya," ujar Syafrin.
Lebih lanjut, Direktur Operasional dan Keselamatan TransJakarta, Yoga Adi Winarto mengungkapkan, pihaknya ingin memberikan pelayanan yang aman dan nyaman pada pengguna TransJakarta.
Pihaknya mengimbau sesama pelanggan saling mengawasi di dalam bus Transjakarta agar tidak terjadi pelecehan seksual.
Tak hanya itu, Transjakarta juga mendorong pelanggan berani melapor ke pihak berwajib usai alami tindakan asusila.
"Kami komitmen mendampingi korban dari penanganan sampai ke pelaporan. Sekali lagi, Transjakarta mendorong stop pelecehan seksual," kata Yoga dalam kesempatan yang sama. (M35)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Transjakarta-kampanye-Stop-Pelecehan-Seksual.jpg)