Kisah Inspiratif

Kisah Sukses Fanani, Bermula Bantu Koperasi TKI, Camilan Produksinya Kini Berjejer di Rak Alfamart

Ahmad Fanani tak pernah menyangka usaha yang dirintisnya kini telah merambah ke skala yang lebih besar.

Editor: Feryanto Hadi
Ist
Camilan produksi Ahmad Fanani dipajang di rak gerai Alfamart 

WARTAKOTALIVE.COM, KARAWANG--Jalan sukses bisa ditembuh dari berbagai cara. 

Seperti yang dialami Ahmad Fanani (48).

Ia tak pernah menyangka usaha yang dirintisnya kini telah merambah ke skala yang lebih besar.

Kini, Fanani menjadi salah satu pelaku UMKM yang dikenal sukses di kampungnya.

Bagaimana kisah perjalanan Fanani?

Fanani merupakan pria yang berasal Desa Pasirjaya Kecamatan Cilamaya Kulon, jaraknya sekitar 45 kilometer dari pusat Kabupaten Karawang, Jawa Barat atau berkendara selama satu setengah jam menuju ke sana.

Cuaca khas daerah pesisir pantai yang kering dan lembab begitu terasa di desa ini.

Baca juga: Kisah Seniman Pelukis Piring di Bekasi, Berjuang sebagai Orangtua Tunggal demi Nafkahi Buah Hati

Mata pencaharian penduduk desa ini beragam, seperti petani, beternak, usaha kelontong dan banyak pula yang menjadi PMI (Pekerja Migran Indonesia) atau lebih akrab disebut sebagai TKI.

Ahmad Fanani pun pernah pula bekerja menjadi TKI di Arab Saudi pada 1998 hingga 2001 lalu.

Melihat banyak penduduk desa yang memutuskan untuk tidak kembali menjadi TKI dan tidak mempunyai mata pencaharian tetap membuatnya mulai resah bagaimana cara agar saudara desanya bisa mandiri secara ekonomi.

Baca juga: Cerita UMKM yang Terpuruk saat Pandemi lalu Bangkit dengan Memanfaatkan Platform Digital

Proses produksi camilan Ahmad Fanani di Desa Pasirjaya Kecamatan Cilamaya Kulon, Karawang
Proses produksi camilan Ahmad Fanani di Desa Pasirjaya Kecamatan Cilamaya Kulon, Karawang (Ist)

“Saya sendiri mulai usaha kecil-kecilan dan sesekali memberi tahu cara membuat makanan kecil ke mantan TKI untuk dijual lagi, ternyata makin lama makin banyak yang ikut, padahal saya hanya sekedar membagi ilmu ala kadarnya saya saja,” ujarnya melalui keterangan tertulis Alfamart, Kamis (4/8/2022)

Berjalannya waktu, bermula dari kelompok itu, ia dirikan sebuah koperasi untuk mewadahi berbagai macam jenis usaha teman-teman TKI agar kebih terkoordinir dan memberi manfaat hasil merata ke semua anggota.

Koperasi itu bernama Koperasi TKI Sahabat Bersama. Resmi berdiri di tahun 2016.

Di koperasi itu, para anggota membuat macam-macam makanan basah dan makanan kering (snack) untuk dijual di toko-toko yang ada di sekitar Desa Pasirjaya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved