ACT

Diduga Kecipratan Rp10 Miliar dari ACT, Polisi Periksa Ketua Koperasi Syariah 212

Nurul menuturkan, penyidik juga tengah melacak aset para tersangka kasus ACT. Namun, dia belum merinci daftar aset yang disita penyidik.

Editor: Yaspen Martinus
Warta Kota/Andika Panduwinata
Bareskrim Polri memeriksa Ketua Koperasi Syariah 212 Muhammad Syafei (MS), karena diduga menerima aliran dana penyelewengan donasi Aksi Cepat Tanggap (ACT). 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Bareskrim Polri memeriksa Ketua Koperasi Syariah 212 Muhammad Syafei (MS), karena diduga menerima aliran dana penyelewengan donasi Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Dana yang diterima Koperasi Syariah 212 terkait bantuan Boeing Comunity Invesment Found (BCIF) terhadap ahli waris korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 pada 2018 lalu. Total, dana yang mereka terima sebanyak Rp10 miliar.

"Penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang menerima aliran dana Boeing dari ACT yang tidak sesuai peruntukkannya."

Baca juga: DAFTAR Lengkap PPKM Jawa-Bali Hingga 1 Agustus 2022: Semua Provinsi Bertahan di Level 1

"Di antaranya Ketua Koperasi Syariah 212 atas nama MS pada Hari Senin 1 Agustus 2022," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Nurul Azizah di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (2/8/2022).

Nurul menuturkan, penyidik juga tengah melacak aset para tersangka kasus ACT. Namun, dia belum merinci daftar aset yang disita penyidik.

"Kami melakukan asset tracing terhadap harta kekayaan, baik yayasan maupun para tersangka dan pihak yang terafiliasi," terangnya.

Kecipratan Rp10 Miliar

Pendiri Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin dan Presiden ACT Ibnu Khajar, diduga menyelewengkan dana bantuan Boeing alias Boeing Community Investment Found (BCIF) untuk ahli waris korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 pada 2018.

Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Helfi Assegaf menyampaikan, dana BCIF yang disalurkan Boeing sejatinya mencapai Rp138 miliar.

Namun, sebanyak Rp34 miliar di antaranya tidak digunakan sesuai peruntukannya.

Baca juga: DAFTAR 10 Perusahaan Cangkang ACT, Diduga Ikut Menerima Donasi Publik

"Total dana yang diterima oleh ACT dari Boeing kurang lebih Rp138 miliar, kemudian digunakan untuk program yang telah dibuat oleh ACT kurang lebih Rp103 miliar."

"Sisanya Rp34 miliar digunakan tidak sesuai peruntukannya," kata Helfi di Mabes Polri, Jakarta, Senin (25/7/2022).

Ia menuturkan, uang Rp34 miliar tersebut digunakan untuk pengadaan armada truk Rp2 miliar, program Big Food Bus Rp2,8 miliar, dan pembangunan pesantren peradaban di Tasikmalaya Rp8,7 miliar.

Baca juga: Pangkas Donasi ACT 30 Persen, Ahyudin Digaji Rp450 Juta Tiap Bulan, Ibnu Khajar Rp200 Juta

Selanjutnya, kata Helfi, uang itu disalurkan untuk koperasi syariah 212 Rp10 miliar, dana talangan CV Vun Rp3 miliar, dan dana talangan PT MBGS Rp7,8 miliar.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved