Berita Regional

Imigrasi Ngurah Rai Bantah Ada Antrean WNA di Bandara hingga 5 Jam , Begini Fakta Sebenarnya

Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai Sugito menyampaikan bahwa keterangan yang disampaikan pada artikel tersebut tidaklah benar

Editor: Feryanto Hadi
Ist
Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai Sugito menyampaikan bahwa isu antrean hingga lima jam sampai ricuh tersebut tidaklah benar 

Yang bersangkutan tersebut datang pada hari Jumat 29 Juli 2022 dari Bangkok Thailand dan mendarat di Bandara I Gusti Ngurah Rai pada pukul 14.43 WITA, yang bersangkutan kemudian melakukan pemeriksaan dokumen kesehatan dan menuju konter BRI untuk membeli Visa on Arrival (VOA).

"Berdasarkan data pada aplikasi perlintasan keimigrasian tercatat yang bersangkutan melakukan pemeriksaan keimigrasian pada pukul 15.47 WITA. Sehingga total waktu yang dibutuhkan yang bersangkutan dari keluar pesawat, pemeriksaan KKP, pembayaran VOA dan penyelesaian pemeriksaan keimigrasian adalah 54 menit," tandasnya.

Baca juga: Kantor Imigrasi Jakarta Timur Layani Permohonan Percepatan Paspor melalui Program Express Passport

Sugito menambahkan, seiring dengan perluasan kebijakan keimigrasian mengenai penambahan subjek negara Visa on Arrival (VOA) dan pemberian bebas visa kunjungan bagi negara-negara di kawasan asia tenggara, jumlah penerbangan maupun volume kedatangan penumpang yang menuju Bali mengalami peningkatan.

Peningkatan jumlah penerbangan juga mengakibatkan adanya jadwal penerbangan internasional yang mendarat secara berdekatan.

Hal tersebut tentunya berpotensi menyebabkan kepadatan pada area kedatangan pada saat jam sibuk (peak time). Namun Sugito memastikan bahwa pemeriksaan keimigrasian tetap berjalan lancar dan kondusif.

"Kami telah melakukan langkah antisipatif terhadap potensi kepadatan penumpang pada jam sibuk dengan menambah petugas, sehingga dengan komposisi 25 konter pada area kedatangan maka kami dapat menyelesaikan pemeriksaan 1500 penumpang/jam," tambah Sugito.

Smentara itu, Kakanwil Kemenkumham Bali, Anggiat Napitupulu menjelaskan, pihaknya telah memberikan informasi kepada sejumlah pimpinan terkait situasi dan kejadian sebenaranya.

"Kami juga suah memerintahkan jajaran dibawahnya untuk mengambil langkah-langkag antisipatif dengan menunjukan bukti-bukti kebenarannya seperti, rekaman cctv dan wawancara dengan beberapa WNA asing," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kadiv Keimigrasian Bali, Doni Alfisyahrin mengaku sudah berkoordinasi dengan para stakeholder dan memerintah Ka UPT Imigrasi agar mencari tau keberadaan WNA yang telah membuat berita hoax tersebut.

"Tujuannya untuk diambil keterangannya, agar hal ini menjadi terang benderann dan ada motif apa dibalik pemberitaan yang Ia buat tersebut," pungkasnya.***

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved