Minggu, 19 April 2026

Berita Jakarta

Soroti Video Fadil Imran & Ferdy Sambo, Kuasa Hukum Brigadir J: Kami Ragukan Objektivitas

Benny mengatakan, momen pelukan tersebut merupakan kejadian biasa. Namun ia menegaskan menjadi masalah saat momen pelukan diekspos ke publik.

Editor: Feryanto Hadi
Repro Video
Ferdy Sambo menangis di pelukan Fadil Imran di Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Rabu (13/7/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto menyoroti beredarnya video pertemuan antara Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dan Irjen Ferdy Sambo di tengah penyelidikan tewasnya Brigadir J atau Yoshua 

Dalam pertemuan itu, Fadil Imran dan Sambo tampak saling memeluk.

Bahkan, Ferdy Sambo menangis di pelukan Fadil Imran.

Benny menyebut, dieksposnya momentum itu sebagai hal yang memalukan.

Ia mengatakan hal itu menjadi masalah dan memalukan lantaran di ekspos ke ruang publik.

Baca juga: Ada Dua Laporan Polisi Terkait Brigadir Yosua, Ditangani Polda Metro Jaya dan Bareskrim

Hal tersebut disampaikan Benny menyoroti momen pelukan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dan Irjen Ferdy Sambo yang telah dinonaktifkan sebagai Kadiv Propam oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Momen pelukan tersebut sendiri diekspos ke publik.

"Karena diekspos jadi masalah," kata dia, Kamis, (21/7/2022).

Benny mengatakan, momen pelukan tersebut merupakan kejadian biasa.

Namun ia menegaskan menjadi masalah saat momen pelukan diekspos ke publik di saat isu penembakan Brigadir J masih menjadi bola liar.

"Ya itu kan pertemanan, urusan berdua pertemanan," pungkas dia.

Baca juga: Mabes Polri Mengaku Punya Rekaman CCTV Penembakan Brigadir J di Rumah Irjen Ferdy Sambo

Sementara itu, pengacara keluarga Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J Kamaruddin Simanjuntak menyebutkan momen pelukan antara Irjen Fadil dan Irjen Ferdy Sambo tersebut meragukan pihaknya terkait kasus baku tembak ini bisa ditangani dengan benar oleh Polda Metro Jaya.

Dengan demikian, sebaiknya Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil juga dinonaktifkan untuk memperlancar proses penyelidikan.

Diketahui, kasus baku tembak sesama polisi yang menewaskan Brigadir J kini ditarik Polda Metro Jaya dari Polres Metro Jakarta Selatan.

“Itu peluk-pelukan sambil nangis-nangisan jadi kami ragukan juga objekvitasnya,” beber dia.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved