Parenting

Dampak Pandemi Covid-19, Banyak Anak Mengalami Keterlambatan Tumbuh Kembang Sosial Emosional

Pandemi Covid-19 berpotensi mengganggu tumbuh kembang anak dalam berbagai aspek seperti motorik, bahasa dan sosial emosional.

Tangkapan layar Wartakotalive.com/ Mochammad Dipa
Konferensi pers virtual Bebelac Rayakan Hari Anak Hebat Nasional dan dukung tumbuh kembang si kecil memasuki masa transisi pasca pandemi, Kamis (21/7/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM - Situasi pandemi Covid-19 berpotensi mengganggu tumbuh kembang anak dalam berbagai aspek seperti motorik, bahasa dan sosial emosional. Bila tidak dicermati, hal ini dapat berdampak pada tumbuh kembang mereka kedepannya.

Psikolog Keluarga di Rumah Dandelion Nadya Pramesrani, M.Psi, mengingatkan pentingnya orang tua untuk mendukung tumbuh kembang anak saat memasuki masa transisi menuju pasca pandemi Covid-19, baik melalui aspek sosial emosional, motorik, hingga pemenuhan nutrisi yang seimbang.

Karena di masa pandemi, banyak ditemukan kasus keterlambatan perkembangan. Anak-anak yang lahir saat pandemi, skor tumbuh kembangnya relatif lebih rendah dibandingkan anak yang lahir diluar pandemi,” ujar Nadya dalam konferensi pers virtual Bebelac Rayakan Hari Anak Hebat Nasional, Kamis (21/7/2022).

Menurut survei yang dilakukan oleh Bebelac dari Danone Specialized Nutrition tentang apa yang dirasakan orang tua selama pandemi, 31,7 persen orang tua menjawab bahwa sang anak menangis setiap bertemu orang baru.

Kemudian, 14,8 persen orang tua menjawab bahwa sang anak terlambat berbicara dan 13 persen orang tua menjawab sang anak belum bisa merespon orang lain.

Selain itu, 31,5 persen merasa anak belum terbiasa berinteraksi dengan orang lain sebagai dampak dari situasi pandemi.

Adapun, survei tersebut dilakukan terhadap 1232 responden orang tua dengan mayoritas berumur 26-35 tahun (73,3 persen partisipan), pendidikan terakhir S1 (42,9 persen) serta memiliki  usia anak berumur 3-5 tahun (51 persen) dan 1-2 tahun (36 persen) yang tersebar di Indonesia dengan mayoritas di pulau Jawa (47,4 persen).

Untuk itu, Bebelac mengajak orang tua merayakan Hari Anak Hebat Nasional untuk mendukung si Kecil agar tumbuh menjadi Anak Hebat yaitu anak yang pandai, berani dan baik hati.

"Kami percaya, bahwa meski banyak kekhawatiran, mereka bisa tumbuh hebat. Tidak hanya pintar, tapi juga berani dan baik hatinya. Ini yang sering kkita sebut Happy Tummy, Happy Brain, Happy Heart," ujar Marketing Manager Bebelac Anissa Permatadhieta Ardiellaputri dalam kesempatan yang sama, Kamis (21/7/2022).

Bebelac sekaligus memperkenalkan formula baru GroGreat+ yang diperkaya dengan kombinasi FOS:GOS 1:9 dan Triple A (DHA, LA, ALA), memiliki kandungan Zat Besi  dan Minyak Ikan. 

Formula ini mendukung anak memiliki saluran cerna yang sehat (Happy Tummy), perkembangan daya pikir yang hebat (Happy Brain) dimana keduanya akan berpengaruh pada kemampuan sosial-emosional anak (Happy Heart).

Selain itu, Bebelac juga memperkenalkan program GroGreat+ Time sebagai wadah bagi orang tua untuk selalu mencari inspirasi yang dapat merangsang stimulasi maupun cara kreatif baru untuk mendukung tumbuh kembang anak agar optimal. 

"Kami berharap ini menjadi inspirasi bagi orang tua dalam mendukung tumbuh kembal si kecil agar optimal dari segi nutrisi dan stimulasi sebagai bekalnya dalam menghadapi masa transisi kebiasaan baru sehingga walaupun harus menghadapi situasi yang menantang ini, si kecil tetap dapat tumbuh menjadi Anak Hebat yaitu anak yang pandai, berani dan baik hati,” ujar Anissa.

Sementara, Dokter Spesialis Anak-Konsultan Gastrohepatologi dr. Frieda Handayani Kawanto, Sp.A(K) menjelaskan, agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, orang tua perlu memastikan kesehatan pencernaannya terjaga.

"FOS dan GOS membantu terciptanya kesehatan pencernaan. Pencernaan yang sehat dan kemampuan berpikir yang baik akan berpengaruh pada suasana hati anak sehingga siap untuk beraktivitas dan kembali bersosialisasi dengan lingkungannya," ujar dr. Frieda. 

Ia menjelaskan, bahwa FOS dan GOS adalah karbohidrat jenis oligosakarida yang tidak bisa dicerna. Sedangkan docosahexaenoic acid (DHA) adalah merupakan asam lemak tak jenuh rantai panjang golongan omega-3, yang banyak dijumpai di otak dan retina mata, sehingga sangat penting untuk fungsi penglihatan.

Kemudian, zat besi merupakan mineral yang berperan penting dalam pembentukan hemoglobin dalam sel darah merah.

"Sementara itu minyak ikan mengandung omega-3, yaitu asam lemak esensial yang diperlukan untuk menunjang kesehatan tubuh," pungkas dr. Frieda.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved