Radikalisme

Kemenag Karawang Ubah Paradigma Guru Agama Menjadi Lembut untuk Redam Radikalisme dan Intoleransi

Kemenang Karawang berinisiatif memberikan wawasan soal radikalisme dan intoleransi kepada guru agama agar mereka lembut.

Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Valentino Verry
Tribun Lampung/Deni Saputra
Ilustrasi - Kemenang Karawang memberikan wawasan soal keberagaman kepada para guru agama untuk menangkal paham radikalisme dan intoleransi yang kini berkembang. 

WARTAKOTALIVE.COM, KARAWANG - Kementerian Agama (Kemenag) Karawang melakukan penguatan moderasi beragama (PMB) dan wawasan kebangsaan untuk menangkal radikalisme dan intoleransi.

Kegiatan itu dilakukan di para guru madrasah, penyuluh agama islam non PNS se-Kabupaten Karawang melalui Seksi Bimas Islam Kemenag Karawang.

Kasie Bimas Kemenag Karawang Yakub Lubis Alpauji mengatakan, kegiatan penguatan moderasi beragama dan wawasan kebangsaan ini terselenggara sejalan dengan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 93 Tahun 2022 tentang pedoman penyelenggaraan penguatan moderasi beragama bagi ASN di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag).

Tujuan untuk meningkatkan kapasitas para ASN dalam pemahaman penguatan moderasi beragama (PMB) dan mewujudkan ASN yang moderat serta memiliki wawasan kebangsaan yang luas serta cakap dalam pengamalan atau implementasinya di masyarakat.

“ini sebagai upaya tangkal radikalisme dan intoleransi," katanya.

Yakub menambahkan, sejumlah materi disiapkan dalam penguatan moderasi beragama dan wawasan kebangsaan ini. Misalnya materi sketsa kehidupan keberagaman di Indonesia dan penyelarasan relasi agama dan negara yang dipandu oleh Kasat Binmas Polres Karawang.

Kemudian materi fenomena intoleransi, ekstrimisme dan resolusi konflik keagamaan di Indonesia.

Baca juga: PSI Tak Sudi Dukung Anies di Pilpres 2024, Grace Natalie Singgung Intoleransi dan Korupsi

“Kita harapkan, pemahaman keagamaan dan kenegaraan serta nilai-nilai luhurnya bisa serap dan di implementasikan oleh semua ASN di lingkungan Kementrian Agama (Kemenag), serta menghindari sikap dan perilaku intoleransi dengan kesadaran berbangsa dan bernegara serta menjadi pelopor utama Penguatan Moderasi Beragama (PMB) bagi masyarakat Karawang, ” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kementrian Agama Karawang Dadang Ramdani mengatakan, dengan terselenggaranya kegiatan PMB dan wawasan kebangsaan ini, ia harapkan semua ASN di lingkungan Kemenag bisa semakin cakap dan luas pemahaman dan pengamalannya.

Baca juga: Sarungan di IKN, Giring Akan Bangun Kantor PSI di Sana untuk Tangkal Intoleransi dan Pemecah Belah

Sebab, di era digital yang super cepat saat ini, kerawanan sosial di tengah masyarakat sudah sangat begitu kompleks, sehingga perlu hadir upaya-upaya pendekatan keberagamaan yang menjunjung nilai-nilai moderasi untuk menjawab tantangan itu semua.

Ia berharap, baik kepala KUA, Kepala Madrasah dan Penyuluh agama, bisa menjadi penggerak moderasi beragama di lingkungannya untuk menangkal ideologi, radikalisme dan pemahaman yang tidak sejalan dengan keberagamaan dan konsensus kenegaraan.

“Semoga kegiatan ini bermanfaat dan di serap pemahaman dan wawasannya, dan tak kalah penting pengamalannya di lingkungan masyarakat kita, ” tandasnya. 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved