Penjambretan

Butuh Biaya Berobat Anak dan Istri, Pria 26 Tahun Ini Nekat Jambret HP Pegawai SPBU 

Mengaku butuh uang untuk anak dan istri yang sakit, pria ini jambret handphone milik P, seorang pegawai SPBu

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Budi Sam Law Malau
Warta Kota/ Miftahul Munir
Mengaku butuh uang untuk biaya anak istri berobat, M menjambret HP pegawai spbu di Palmerah 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Pria berinisial M alias S (26) babak belur diamuk warga karena kedapatan menjambret handphone (HP) milik P, seorang pegawai SPBU di Jalan Jati Pulo, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat pada Kamis (28/6/2022) dini hari.

M terpaksa menjambret karena kepepet membutuhkan uang untuk biaya berobat anak dan istrinya yang sedang sakit di rumah.

Peristiwa berawal saat korban yang merupakan pegawai SPBU sedang istirahat di pinggir jalan di Jalan Jati Pulo, Kecamatan Palmerah.

Kemudian korban memainkan telepon selulernya.

Tak lama pelaku yang mengendarai sepeda motor datang dan langsung merampas handphone korban.

Spontan korban berteriak yang mengundang perhatian warga sekitar. 

Baca juga: Viral Penjambretan, Ternyata Korbannya Tuna Rungu Cuma Ditonton Warga Tidak Ada yang Menolong

Kapolsek Palmerah, AKP Dodi Abdulrohim mengatakan, teriakan itu didengar oleh warga dan anggotanya yang sedang patroli di sekitar lokasi.

Bersama dengan warga, polisi mengejar pelaku yang memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi.

"Akhirnya pelaku terjatuh, diamankan oleh warga dan sempat dihakimi. Anggota kami yang ikut mengejar, langsung mengamankan pelaku dari amukan massa," ujarnya, Sabtu (2/7/2022).

Dari tangan pelaku, kata Dodi, disita dua ponsel merek Vivo dan Xiaomi yang diduga hasil kejahatan.

Baca juga: Waspada, Jambret HP Milik Bocah Marak, Polisi Tangkap Pelaku di Cipinang Muara

Selain itu kata Dodi, sepeda motor pelaku ternyata sudah tujuh tahun pajaknya tidak dibayar.

"Pelaku beraksi seorang diri, tapi masih kami dalami apakah ada teman atau kelompoknya," kata mantan Kapolsek Paku Haji tersebut.

Ia menambahkan, pelaku mengaku baru beraksi satu kali ini.

Baca juga: Polisi Tembak Kawanan Jambret Sadis di Tangerang

Dari pengakuannya M terpaksa menjambret handphone karena butuh uang untuk biaya anak dan istrinya yang sakit demam tinggi.

"Tapi masih kami telusurui apakah alasan ini benar atau tidak," katanya.

Atas perbuatannya, kata dia M dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan yang ancaman hukumannya tujuh tahun penjara.(m26)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved