Holywings Jakarta

Pelanggaran Holywings Bukti Pengawasan Pemprov DKI Lemah

Pelanggaran Holywings terjadi karena adanya kesempatan untuk melakukan kecurangan akibat dari pengawasan Pemprov DKI Jakarta yang sangat lemah.

Warta Kota/ Ramadhan LQ
Massa GP Ansor mendatangi Outlet Holywings Gatsu Club V, kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (24/6/2022) malam. Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Gembong menilai pelanggaran Holywings terjadi karena adanya kesempatan untuk melakukan kecurangan akibat dari pengawasan Pemprov DKI Jakarta yang sangat lemah. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong menyebutkan terungkapnya pelanggaran yang telah dilakukan Holywings hingga izinnya dicabut saat ini, sebenarnya menjadi bukti pengawasan Pemprov DKI Jakarta selama ini yang terlalu lemah.

Ia beralasan pelanggaran Holywings tersebut terjadi karena adanya kesempatan untuk melakukan kecurangan akibat dari pengawasan Pemprov DKI Jakarta yang sangat lemah.

“Pejabat itu harusnya melakukan pengawasan terhadap pelanggaran,” kata Gembong, Selasa (28/6/2022).

“Artinya kalau sampai itu (pelanggaran) terjadi, berarti pengawasan lemah, karena pengawasan lemah maka terjadi pelanggaran, sederhananya gitu,” sambung Gembong.

Pasalnya pelanggaran yang dilakukan Holywings selama ink sudah berlangsung lama. Sehingga penindakan tegas berupa penutupan menjadi suatu kebijakan yang terlambat.

“Tapi kembali ke soal pengawasan. Pengawasan harus sesuai dengan izin yang diberikan. Antara izin dan kegiatan di lapangan harus sesuai,” urai Gembong.

Baca juga: 3.000 Orang Jadi Pengangguran Akibat Penutupan Holywings, Gembong Salahkan Pemprov DKI

Meski demikian, Gembong mengapresiasi apa yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta dengan mengambil langkah tegas terhadap Holywings berupa penutupan.

“Sekarang diberikan sanksi, bagi saya itu baik, kami apresiasi, tapi sanksi itu harus konsisten,” kata Gembong.

Baca juga: Holywings Vandetta Gatsu Ditutup, Sempat Ditolak Penjaga untuk Tandatangan Berita Acara

“Konsistensi terhadap penerapan sanksi menjadi penting,jangan seolah olah saat ada pelanggaran baru bertindak,” ucapnya. (jhs)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved