Muhayati Jadi Kader JKN Karena Panggilan Hati untuk Bantu Masyarakat Memperoleh Haknya

Kader JKN mengambil andil dalam membantu mengedukasi masyarakat, khususnya segmen Pekerja Bukan Penerima Upah mendapatkan hak layanan kesehatan.

https://www.jamkesnews.com/
Muhayati (55), salah satu Kader JKN yang membina dua desa sekaligus di Kabupaten Bogor. 

WARTAKOTALIVE.COM, CIBINONG - Kader JKN dalam penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di Indonesia selama ini mengambil andil dalam membantu mengedukasi masyarakat. Khususnya segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) di wilayah kerja Kader JKN.

Peningkatan kolektivitas iuran peserta Program JKN-KIS dianggap sebagai nadi dari keberlangsungan program. Muhayati (55) merupakan salah satu Kader JKN yang membina dua desa sekaligus di Kabupaten Bogor.

Ia sudah bergabung menjadi Kader JKN mitra BPJS Kesehatan Cabang Cibinong sejak bulan September tahun 2018.

Sebelumnya, Muhayati sudah menjadi kader desa mengurusi posyandu dan keluarga berencana di lingkungan tempat tinggal. Cigombong dan Ciburuy merupakan desa yang dari awal menjadi desa binaannya sejak menjadi Kader JKN.

“Seperti ada panggilan hati untuk membantu masyarakat mendapatkan haknya termasuk membantu ngurus kewajibannya salah satunya menjadi peserta JKN-KIS,” ujar Muhayati beberapa waktu lalu.

Sebelum menjadi Kader JKN dan bermitra dengan BPJS Kesehatan Cabang Cibinong, Muhayati kerap membantu masyarakat memberikan penyuluhan di wilayah tempat tinggalnya.

Ia masuk ke masyarakat untuk memberikan edukasi saat acara musyawarah atau pengajian bahkan sampai sosialisasi ke posyandu ia lakukan. Ia meyakini Program JKN-KIS ini sangat dibutuhkan, hal ini dibuktikan dengan banyaknya masyarakat yang datang kepadanya untuk memberikan solusi karena kartunya yang tidak aktif.

“Harusnya masyarakat sudah sadar pentingnya terdaftar JKN-KIS dan rutin membayar iuran, masih ada aja masyarakat yang kalau sakit baru mau urus daftar atau ngelunasin iuran. Kalau seperti itu konsep gotong royongnya gak jalan, ini menjadi tantangan buat saya untuk terus memberikan edukasi melakukan penagihan dengan manusiawi,” ungkap Muhayati.

“Selain itu, sebagai perpanjangan lidah juga salah satunya informasi Program Rencana Pembayaran Bertahap (REHAB) yang menjadi solusi membantu masyarakat dalam mencicil iuran,” tambahnya.

Dedikasi Muhayati untuk membantu masyarakat serta menjadi Kader JKN didasari dengan rasa syukur atas berlangsungnya Program JKN-KIS.

Sebagai Kader JKN, ia memastikan warga binaannya tetap rutin membayar iuran, membantu dan bersemangat untuk menebar kebaikan kepada peserta.

Sesuai fokus Kader JKN membina peserta Program JKN-KIS sekaligus mendorong pembayaran iuran. Kader JKN ikut berperan menyukseskan Program JKN-KIS dengan semangat menjalankan tugas meningkatkan kolektivitas.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved