Jumat, 5 Juni 2026

Lifestyle

Masih Bisakah Terjadi Kehamilan pada Pasien Kanker Serviks?

Kanker serviks satu-satunya kanker yang dapat dicegah secara spesifik, yakni dengan vaksinasi serta rutin melakukan papsmear

Tayang:
Penulis: LilisSetyaningsih | Editor: LilisSetyaningsih
pexels/anna tarazevich
Penyakit kanker masih menjadi momok di dunia dan di Indonesia 

Mengenai perjalanan kanker serviks dimulai dari  stadium pra kanker, kemudian stadium kanker 1 kemudian stadium kankernya mulai dari stadium 1-4.

Baca juga: Marshanda Titipkan Pesan untuk Anaknya Setelah Umumkan Kabar Sakit Kanker Payudara, Apa Katanya?

Stadium 1 terbagi dari 1A1, 1A2, dan 1B. Kemudian stadium 2, 2A dan 2B. Stadium 3, 3A dan 3B kemudian stadium 4.

Yang bisa diangkat rahim, yang bisa diselamatkan untuk tindakan operatif itu adalah stadium 2A saja.

Begitu stadium 2B sudah tidak bisa lagi.

"Andaikata hamil, stadium 2A, ya tentunya kita angkat rahim sekarang. Tapi kalau stadium arahnya ke 2B, sangat minimal terjadi hamil karena kemungkinan serviksnya sudah buruk," jelasnya.

Baca juga: Aida Saskia Jalani Pemulihan Usai Divonis Idap Kanker Payudara, Dulu Sering Pingsan dan Cepat Lelah

Dokter Agung mengatakan, pada pasien kanker serviks dengan stadium 2A atau 2B, maka opsinya radiasi, kemoterapi.

Tapi karena radiasi dan kemoterapi itu sifatnya adalah menghambat supaya sel kanker tidak tumbuh atau tidak menyebar. Sementara dengan adanya janin kan ada sel-sel yang harus tumbuh. Maka jadinya itu tidak jadi opsi.

Namun bila memang terkena kanker serviks diatas stadium 2B, terjadinya kehamilan akan sulit.

Pasalnya, ketika terjadi penetrasi antara penis dan vagina akan terjadi pendarahan, bahkan pendarahan spontan.

Baca juga: Linda Agum Gumelar Ajak Penyintas Kanker Payudara Jangan Tunda Vaksinasi Covid-19

Beda bila kanker masih stadium awal.

Kemungkinan terjadinya kehamilan akan dilihat kondisi fisiknya, bagaimana kondisi vaginanya dan serviksnya.

Ketika terjadi kehamilan, janin memiliki pertahanan yang luar biasa.

"Jadi relatif dia tidak mudah terpapar atau tidak ada bayi yang kena karena ibunya kanker serviks. Yang paling mungkin terjadi adalah keguguran, bersalin sebelum waktunya, ketuban pecah. Paling tidak, hal-hal itulah yang terjadi pada orang-orang yang kena kanker serviks," paparnya.

Lalu bagaimana bila sudah kena kanker serviks tapi ingin hamil?

Dokter Agung mengakui, ketika terjadi kanker serviks kehamilan akan sulit terjadi.

Sumber: WartaKota
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved