Kamis, 7 Mei 2026

Kabar Duka

Rima Melati Pernah Menang Lawan Kanker Payudara Stadium Akhir

Istri dari mendiang aktor senior Frans Tumbuan itu pernah menang melawan kanker payudara pada tahun 1989.

Tayang:
Penulis: Desy Selviany |
Dok. Grid.id
Artis senior Rima Melati tutup usia hari ini, Kamis (23/6/2022). Sebelumnya, mendiang pernah menang melawan kanker payudara. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Artis senior Rima Melati tutup usia hari ini, Kamis (23/6/2022), pukul 15.25 WIB di RSPAD Gatot Soebroto.

Sebelumnya, Rima Melati pernah menang melawan kanker payudara.

Perjuangan hidup Rima Melati sebelumnya ternyata cukup berliku.

Dikutip dari situs organisasi kanker yang dikelolanya yayasankankerpayudaraindonesia.org, wanita bernama asli Marjolien Tambajong itu menceritakan perjuangannya melawan kanker payudara.

Istri dari mendiang aktor senior Frans Tumbuan itu pernah menang melawan kanker payudara pada tahun 1989.

Baca juga: Jenazah Rima Melati Disemayamkan di Rumah Duka Sentosa RSPAD Gatot Soebroto, Keluarga Minta Privasi

Baca juga: Beginilah Profil Mendiang Artis Senior Rima Melati

Kata Rima, saat itu kanker yang diidapnya sudah memasuki stadium akhir.

Informasi itu baru dia dapatkan setelah beberapa tahun pulih dari pembunuh nomor dua di Indonesia tersebut.

Wanita kelahiran Tondano, 22 Agustus 1939 itu mengaku sempat kaget saat divonis dokter menderita kanker payudara.

Ketika itu, dokter tidak mengungkapkan stadium kanker yang bersarang di tubuh Rima.

Saat mengidap kanker payudara, satu hal yang melintas di kepalanya ialah hanya nasib anak-anaknya.

Rima memikirkan bagaimana anak-anaknya tumbuh apabila ia meninggal melawan kanker.

Ia juga tidak mau penyakit tersebut diturunkan ke anak-anaknya.

“Saya mohon kepada Tuhan, dokter di atas segala dokter, saya ingin anak-anak saya tetap sehat, jangan ada yang seperti saya,” ujar bintang film itu menceritakan perjuangan melawan kanker.

Akhirnya, Rima menjalani perawatan selama satu setengah tahun.

Tidak tanggung-tanggung, Rima berobat hingga ke Belanda, karena saat itu ahli bedah Indonesia tidak dapat melakukan mastektomi parsial.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved