PPDB

Panitia PPDB di SMPN 1 Kota Bogor Kewalahan Hadapi Orangtua yang Memilih Jalur Raport

Saat ini orangtua murid SMPN 1 Kota Bogor tengah sibuk mengurusi pendidikan putra-putrinya. Mereka menuntut jalur raport untuk PPDB.

Penulis: Cahya Nugraha | Editor: Valentino Verry
Wartakotalive/Desy Selviany
Ilustrasi - Orangtua murid sedang mengurus pendidikan anaknya lewat PPDB, kini mereka lewat jalur raport agar bisa diterima seperti yang dialami SMPN 1 Kota Bogor. 

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR - Peneriman Peserta Didik Baru (PPDB) tahap satu di tingkat SMP sudah dimulai sejak 20 Juni-23 Juni 2022.

Pantauan wartawan wartakotalive.com di SMPN1 Kota Bogor, saat ini panitia penerimaan peserta didik 2022 sedang disibukan dengan kehadiran para orangtua yang hendak mendaftarkan anaknya di sekolah ini.

Tahap satu ini terbagi dalam jalur afirmasi dan Anak Bekebutuhan Khusus (ABK), jalur raport akademik dan non akademik, jalur perpindahan orangtua, serta kemaslahatan guru.

Baca juga: Bukan Cinderella, Film Pertama yang Bikin Emosi Fuji An Terkuras, Perankan Sosok Ketua Genk

Selanjutnya, untuk tahap dua zonasi akan diselenggarakan pada 5 Juli- 8 Juli 2022.

Ketua Panitia PPDB SMPN 1 Kota Bogor, Dedi Husnaeni menuturkan bahwa jalur raport merupakan jalur yang banyak dipilih oleh para calon siswa.

"Verifikasi sampai jam 16.00 sore. Laporan yang saya terima itu sejak hari pertama yang daftar sampai dengan pukul 15.00 untuk Jalur raport membludak pada PPDB tahun ini," ucap Dedi.

"Untuk raport yang baru verifikasi sejak kemarin baru sembilan," tambahnya.

Terkait kuota yang disediakan oleh SMPN 1 Kota Bogor, Dedi menjelaskan menyiapkan sebanyak 255 peserta didik.

"Sementara itu banyak juga yang kolektif hadir ke sini, yang didaftarkan oleh sekolah asal," ucap Dedi.

Dedi menjelaskan bahwa nantinya akan diambil 90 persen untuk calon siswa yang berada di wilayah Bogor, dan 10 persen dari luar Kota Bogor.

"Passing gradenya kita belum tau sebab ada tambahan, rata rata raport diambil mulai dari semester 1 dan 2 kelas 4 - kelas 6 (lima semester) ini yang akan dirata-rata,” katanya.

“Sebagai contoh, misal si anak dapat ranking 1 paralel nanti dapet poin 100, itu dari sistem, bukan dari kita,” imbuhnya.

Baca juga: HUT Jakarta, Taman Margasatwa Ragunan Tak Ada Acara Tapi akan Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis

“Ranking 2, 90 poin dan seterusnya, misalnya rata-rata raport anak 80, dia ranking 1 nah itu ditambah 100," lanjut Dedi.

Selanjutnya, bagi yang bersaing untuk jalur raport akademik dan non akademik tersedia 50 kuota yang terbagi menjadi dua, yaitu jalur raport 30 orang dan jalur prestasi kejuaran 20.

"Dari sekian ratusan calon siswa yang bersaing di jalur raport, akan diambil hanya 30 calon siswa saja,” katanya.

“Selanjutnya yang 30 itu dikurangin lagi nantinya, 90 persen dari Bogor, sisanya luar Kota Bogor,” imbuhnya.

“Jadi, tidak seperti dulu nilai raport di dominasi oleh luar wilayah Kota Bogor," tandas Dedi.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved