Selasa, 19 Mei 2026

Berita Nasional

Geram Tanggapi Video Jokowi 'Menghadap' Megawati, Ade Armando: PDIP Harus Ingatkan Puan dan Bu Mega

Dalam video ini terlihat Presiden Jokowi menghadap Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri di ruangannya

Tayang:
Editor: Feryanto Hadi
Ist via Tibun Palu
Gaya duduk Jokowi saat bertemu Megawati tuai sorotan 

Megawati juga mengingatkan, bahwa dalam keputusan Kongres V PDIP, Ketua Umum partai memiliki hak yang namanya hak prerogatif.

Dimana, hanya ketua umum yang menentukan siapa yang akan menjadi calon presiden dari PDI Perjuangan.

"Ingat lho! Lebih baik keluar deh. Lebih baik keluar deh,"

"Daripada saya pecat-pecati lho kamu, Saya pecati lho," tegas Megawati lagi.

Megawati juga mengaku geram dengan kader hanya ingin menjeng tanpa kerja untuk rakyat.

"Lha klo hanya mau mejeng-mejeng aja, duh enggak deh," jelas Megawati.

Baca juga: Presiden PKS akan Temui Surya Paloh, Wasekjen Hermawati: NasDem Sambut dengan Riang Gembira

Capres sedang dipertimbangkan

Di sisi lain, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan, partainya menyerahkan sepenuhnya pencapresan 2024, kepada Ketua Umum Megawati Sukarnoputri.

Termasuk, soal siapa nama tokoh yang bakal diusung oleh PDIP. Hasto menyebut, semuanya itu ada di tangan Megawati.

Hal itu disampaikan Hasto di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta, Senin (20/6/2022).

"Nama-nama itu ada di Ibu Megawati Sukarnoputri. Beliau terus mempertimbangkan," kata Hasto.

Hasto menjelaskan, dalam proses mencari nama calon presiden, PDIP tentu tidak bisa menentukan sendirian. Partainya, kata Hasto, akan tetap melakukan komunikasi dengan partai politik lain.

"Kami terus membangun komunikasi dengan para ketua umum partai, sehingga kesamaan terhadap platform dan kerja sama dalam rangka pilpres itu ujung-ujungnya kan pada penetapan calon," tutur Hasto.

Baca juga: Tak Cuma Mampu Menangkan Kontestasi, PKS Ingin Capres yang Diusung Bisa Menyatukan Negeri

Hasto mengatakan, Megawati akan menetapkan calon yang akan diusung oleh partai berlambang banteng moncong putih itu, dalam momentum yang tepat. Begitu juga, terkait dengan partai mana yang akan berkoalisi.

"Kerja sama adalah suatu keniscayaan bagi PDIP yang mengusung semangat gotong royong," jelasnya.

Ia juga menegaskan, saat ini skala prioritas PDIP adalah turun ke bawah membantu masyarakat.

Baca juga: Jokowi Tanya Kapan Harga Minyak Goreng Curah Rp14 Ribu Merata, Zulhas Minta Waktu Sebulan

Sumber: WartaKota
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved