Reshuffle Kabinet

Reshuffle Kabinet Berdampak Negatif Bagi Investor, Dalam Sepekan Modal Asing Kabur Rp 7,34 Triliun

Reshuffle kabinet yang terjadi Rabu (15/6/2022) ternyata tak berdampak positif bagi iklim investasi di Indonesia. Buktinya, sepekan banyak yang kabur.

Editor: Valentino Verry
Kompas.com
Ilustrasi - Isu reshuffle kabinet yang sangat kencang dalam sepekan terakhir membuat investor tak nyaman. Mereka pun memindahkan uangnya keluar Indonesia, sesuai laporan Bank Indonesia. 

Dia menambahkan program ini merupakan bagian dari SDG's (Sustainable Development Goals) karena telah diterapkan di 514 kabupaten/kota di Indonesia.

"Dari data yang masuk, 56 persen peserta tinggal di desa, 49 persen perempuan dan 3 persen penyandang disabilitas," jelasnya.

 Keberhasilan ini, lanjut dia, merupakan gabungan dari suplai dan demand serta seluruhnya dibentuk dalam ekosistem yang terus bergerak dinamis menggunakan database dan AI (Artificial Inteligence).

"Kartu Prakerja didukung 171 lembaga pelatihan, enam platform digital, enam mitra pembayaran, tiga portal kerja, dan delapan perguruan tinggi sebagai penilai dan pemantau," papar Airlangga.

Ketua Umum Partai Golkar ini mengungkapkan nilai pasar yang terbentuk dari pelatihan Prakerja selama dua tahun ini sebesar Rp 6 triliun.

"Sebelum ada Prakerja, pasar ini kosong. Tidak ada pasar yang menangani digital education," tuturnya.

Dari seluruh peserta yang mengikuti pelatihan Prakerja, 30 persen penduduk yang sebelumnya menganggur saat ini sudah bekerja atau membuka wirausaha.

"Sekitar 90 persen peserta dapat meningkatkan kompetensi, produktivitas dan daya saing,” ujarnya.

“Sementara 66 persen menggunakan sertifikasi Prakerja untuk mendapatkan pekerjaan," tambah Airlangga.

Tak hanya itu, 27 persen peserta tidak memiliki rekening bank. Tetapi mereka memilih menggunakan e-wallet.

"Ini menjadi bagian dari program inklusi keuangan," imbuhnya.

Peserta yang bergabung dalam Kartu Prakerja mendapatkan bantuan Rp 600.000 selama empat bulan dan sekitar 70 persen digunakan untuk modal usaha.

"Program ini mendapatkan penilaian eksternal dari dalam dan luar negeri. Semuanya menilai program ini berdampak positif bagi peningkatan skill dan kompetensi. Ini mempertegas dampak positif dari kartu prakerja," tandas Airlangga.

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved