Minggu, 12 April 2026

Demam Berdarah Dengue

DBD di Jakarta Barat Capai 562 Kasus sejak April hingga Juni  

Arum Ambarsari mengatakan, angka tersebut berdasarkan data sejak bulan April, Mei dan Juni 2022. 

warta kota/leonardos wical
Kepala Seksi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Barat, dr Arum Ambarsari saat ditemui wartakotalive.com di RPTRA Kembangan Gajah Tunggal, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, Selasa (31/5/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Barat mencatat angka kasus demam berdarah (DBD) di wilayah Jakarta Barat saat ini sudah mencapai 562 kasus sampai Kamis (16/6/2022). 

Kepala Seksi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Sudinkes Jakarta Barat, Arum Ambarsari mengatakan, angka tersebut berdasarkan data sejak bulan April, Mei dan Juni 2022. 

"Ada trafik penurunan. Bulan April terdapat 270 kasus, Bulan Mei 225 kasus, sementara Bulan Juni sampai tanggal 16 Juni 2022 kemarin tercatat ada 67 kasus," ujar Arum saat dikonfirmasi Jumat (17/6/2022). 

Menurut Arum, curah hujan dan kelembaban yang tinggi menjadi penyebab tingginya kasus DBD di Jakarta Barat.

Arum menjelaskan, berdasarkan prediksi BMKG, tingkat kesesuaian kelembaban udara terhadap vektor atau jentik DBD Bulan Juni 2022 sebanyak 79 persen.

Prosentase tersebut merupakan angka yang cukup tinggi.

Baca juga: Kasus DBD di Jakpus Capai 377 Orang

"Kami sudah melakukan berbagai langkah, salah satunya dengan pemeriksaan epidomologi kasus DBD," ujar Arum.

Selain itu, kata dia pihaknya juga fokus melakukan fogging di seluruh wilayah di Jakarta Barat, dengan tetap menjaga jarak dan mentaati protokol kesehatan.

Baca juga: Waspada, Sudah 10 Orang Meninggal Karena DBD di Bekasi Sepanjang 2022

"Jadi untuk DBD, Sudinkes melakukan pembinaan terhadap petugas kesehatan untuk tata laksana kasus, promosi kesehatan, monitoring pelaksanaan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)," ujar Arum.

Menurut Arum pihaknya juga akan melakukan pembinaan, pengawasan dan pengendalian program terkait masalah kasus DBD di Jakarta Barat. 

Baca juga: Jelang Persib bandung Lawan Tanjong Pagar, Robert Alberts Dirawat di Rumah Sakit Akibat Mengidap DBD

"Pemantauan vektor atau jentik DBD tetap dilakukan dengan mengutamakan peran serta masyarakat dengan melaporkan hasil pemantauan jentik di rumah melalui grup WhatsApp," ujar Arum. (m36)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved