Berita Bogor
Pembuatan Jalan Alternatif ke Jonggol Diusulkan untuk Atasi Macet Parah di Kawasan Gunung Putri
Jika usulan ini direalisasikan, Arman berharap nama jalan ini menggunakan nama Bupati Bogor pertama Ipik Gandamana.
Penulis: Hironimus Rama | Editor: Feryanto Hadi
WARTAKOTALIVE.COM, GUNUNG PUTRI - Kemacetan parah di kawasan industri Gunung Putri, Kabupaten Bogor, membuat masyarakat resah.
Untuk mengatasi persoalan ini, masyarakat 5 desa di Kecamatan Klapanunggal mengusulkan pembangunan jalur alternatif Gunung Putri - Jonggol.
Jalur alternatif itu bisa dibangun dengan model bypass di atas tanah negara yang terlantar di wilayah ini.
Hal itu diungkapkan Arman Sulaeman, Direktur Eksekutif Perkumpulan Penggarap Tanah Terlantar, Kamis (9/6/2022).
Baca juga: JADWAL SIM Keliling Kamis 9 Juni 2022 di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi
"Warga Desa Bantarjati, Nambo, Ligarmukti, Leuwikaret dan Lulut mencarikan solusi kemacetan yang luar biasa di wilayah industri Gunung Putri," ujarnya.
Dia menambahkan warga mengusulkan membuka jalan (bypass) Gunung Putri-Jonggol di atas tanah negara secara swadaya.
"Kita sudah kirim surat ke Pemkab Bogor terkait usulan ini pada 27 Februari 2022 lalu," papar Arman.
Pemkab Bogor sudah membahas persoalan ini pada 18 Mei lalu.
Baca juga: Kembali Bikin Panik, Angin Puting Beliung Hempas Rumah Warga di Cijeruk Bogor
"Pemkab Bogor merespon dengan baik ide masyarakat terkait asas kemanfaatan tanah negara untuk kepentingan publik ini," imbuhnya.
Jika usulan ini direalisasikan, Arman berharap nama jalan ini menggunakan nama Bupati Bogor pertama Ipik Gandamana.
"Rencana jalan bypass Gunung Putri-Jonggol ini panjangnya kisaran 15 km," tuturnya.