Rabu, 10 Juni 2026

Lifestyle

Usaha agar Keroncong Diterima Anak Muda dan Diakui UNESCO

Keroncong masih dianggap musik  untuk kalangan 'tua'. Tidak banyak anak muda yang menyukai keroncong.

Tayang:
Penulis: LilisSetyaningsih | Editor: LilisSetyaningsih
Warta Kota/Lilis Setyaningsih
Berawal dari kepedulian dan semangat yang sama, yakni menjadikan keroncong diterima oleh semua lapisan masyarakat sekaligus menjadi warisan budaya yang tercatat di UNESCO, Yayasan MUSIKESATU hadir pada April 2022.  

Melalui program ini, Musikesatu ingin membawa orkes keroncong tampil dan pentas di mancanegara, antara lain pada pagelaran budaya di gedung kesenian masing-masing negara, festival musik Internasional, serta perayaan 17 Agustus di KBRI.

Baca juga: Opa Opa Rilis Mini Album Keroncong Pop Rock Hitam Putih

The Kado juga dapat digunakan untuk pentas seni di dalam negeri, baik tingkat provinsi maupun nasional.

Ketiga adalah program yang menyasar generasi muda atau millennials, yakni KISS (Keroncong Inspirasi Sahabat Sekolah).

“KISS adalah program Keroncong Goes to School, dimana kami akan mensosialisasikan keroncong ke sekolah-sekolah dan kampus. Melalui program ini, kami ingin mengedukasi generasi muda tentang semua jenis musik keroncong,” paparnya.

Keempat adalah program Keroncong Academy.

Baca juga: Semakin Merasa Jatuh Cinta, Joanna Sarah Ingin Kenalkan Musik Keroncong ke Generasi Milenial

Program ini dihadirkan dalam bentuk pelatihan offline maupun webinar (online) secara gratis melalui platform Zoom atau GoogleMeet.

Harapannya, melalui program Keroncong Academy, dapat tercipta transfer knowledge dan pengalaman atau berbagi kisah inspiratif dari generasi senior ke junior. 

Kelima adalah program Musikesatu Peduli. Program ini merupakan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai bentuk aksi saling peduli terhadap sesama.

Diakui Dunia

Diva keroncong, Tuti Tri Sedya mengatakan, pihaknya percaya diri keroncong bisa dimasukan sebagai warisan bukan benda dari Indonesia. 

Butuh proses untuk mendapat pengakuan tersebut. Namun harus diperjuangkan terus.

"Mendapatkan pengakuan itu prosesnya panjang. Dibutuhkan juga peran pemerintah dan uang, tapi kita terus gerak goes to UNESCO," papar Tri Sedya.

Ia mengatakan, keroncong memiliki pakem tersendiri yang menjadi ciri khas keroncong Indonesia. 

Sumber: WartaKota
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved