Rutilahu

Yayah Terharu Tri Rismaharini Memperbaiki Rumahnya yang tak Layak Huni

Kemensos di bawah kendali Tri Rismaharini memiliki komitmen tinggi dalam pembenaha rumah tak layak huni (rutilahu).

warta kota/indri fahira
Menteri Sosial Tri Rismaharini berbincang dengan Yayah, warga Kampung Babakan RT 3 RW 12 Desa Cisayong, Tasikmalaya, yang rumahnya diperbaiki lewat program rutilahu. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) merenovasi 356 rumah tidak layak huni (Rutilahu) di 39 kecamatan se-Tasikmalaya. 

Adapun rutilahu yang paling banyak direnovasi berada di Kecamatan Cisayong. 

Terhitung ada 11 rutilahu lansia di kecamatan tersebut yang direnovasi dalam rangka memperingati HLUN 2022.

Baca juga: Anthony Ginting Termotivasi atas Kritik Pedas Taufik Hidayat Soal Prestasi Tunggal Putra yang Anjlok

Rumah Yayah, warga Kampung Babakan RT 3 RW 12 Desa Cisayong menjadi yang pertama direnovasi Kemensos RI.

Mensos Tri Rismaharini mengunjungi rumah Yayah dalam meninjau pelaksanaan renovasi Rutilahu di Kecamatan Cisayong. 

Yayah tak kuasa menahan tangis saat mantan Wali Kota Surabaya ini mengunjungi rumahnya. 

Ia secara berulang menghaturkan terima kasih pada Kemensos RI, karena rumahnya diperbaiki menjadi lebih layak tinggal.

Baca juga: Ata Pantouw Salut pada Ketegaran Putra Siregar Hadapi Masalah Berat

Tampak kedua tangannya saling mengatup dan air mata membasahi pipinya, seolah menunjukkan kebahagiaan yang telah lama ditunggu. 

"Terima kasih kepada Kemensos, Bu Risma, dan pemerintah yang telah membangun rumah saya. Semoga mendapat balasan terbaik dari Allah SWT," ucapnya di depan rumahnya, Minggu (29/5/2022/).

Sebelumnya, rumah Yayah terbilang tidak layak huni. 

Dinding rumahnya terbuat dari jerami kelapa yang sudah reyot. 

Ilustrasi rumah tak layak huni yang hendak diperbaiki.
Ilustrasi rumah tak layak huni yang hendak diperbaiki. (TribunnewsBogor/Yudistira Wanne)

Bahkan, beberapa atap genteng rumahnya ada yang bolong.  

Usianya yang menginjak 61 tahun membuatnya tak banyak beraktivitas. 

Ditambah lagi, ia menjaga ibunya yang juga tinggal di rumah tersebut.

Sang suami sudah meninggal delapan tahun yang lalu.

Ia pun bekerja membuat wajik Seroja, oleh-oleh khas Desa Cisayong untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved