Virus Corona

Menkes: Pandemi Covid-19 Berskala Global, Indonesia Tidak Bisa Putuskan Status Endemi Sendirian

Budi menyebut, pemerintah secara bertahap akan memindahkan tanggung jawab menjaga kesehatan kepada masing-masing individu.

Editor: Yaspen Martinus
tribunnews.com
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan, Covid-19 merupakan pandemi global yang tidak hanya terjadi di Indonesia. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan, Covid-19 merupakan pandemi global yang tidak hanya terjadi di Indonesia.

Sehingga, keputusan melakukan transisi dari pandemi menjadi endemi, tidak dapat diputuskan oleh suatu negara, dan harus dikoordinasikan dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Ini pandemi global, Indonesia tidak bisa mengambil keputusan sendiri mengenai ini sudah menjadi endemi," ucap Budi usai rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo, Selasa (31/5/2022).

Baca juga: Kadiv Propam Polri Pastikan AKBP Brotoseno Tak Pernah Dipecat, Cuma Disanksi Minta Maaf dan Demosi

Budi menjelaskan, ada beberapa pertimbangan dalam memutuskan transisi pandemi menuju endemi, salah satunya adalah kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

Budi menyebut, pemerintah secara bertahap akan memindahkan tanggung jawab menjaga kesehatan kepada masing-masing individu.

"Kalau itu sudah berhasil, masyarakat sudah paham, sudah teredukasi dengan baik, sudah memahami bagaimana protokol kesehatan seharusnya, sudah memiliki judgement kapan mesti melakukan apa, itu adalah ciri-ciri penyakit yang sudah menjadi endemi," tuturnya.

Baca juga: Mahasiswa di Malang yang Diciduk Densus 88 Galang Dana untuk ISIS Lewat Grup Medsos Sejak 2019

Budi juga mengusulkan tiga faktor transmisi komunitas yang harus dipenuhi, sebelum memutuskan transisi pandemi menuju endemi.

Budi menyebut, hal tersebut harus dipenuhi selama tiga bulan berturut-turut.

"Ada aturan WHO transmisi komunitas yang tiga faktor."

Baca juga: Polri Tak Pecat AKBP Raden Brotoseno karena Dinilai Alasannya Berprestasi

"Berapa kasus per 100 ribu, berapa masuk rumah sakit per 100 ribu, berapa yang meninggal per 100 ribu, itu level 1, selama tiga bulan berturut-turut," bebernya.

Budi juga mengusulkan keputusan transisi dari pandemi menuju endemi dapat dilakukan, apabila capaian vaksinasi dosis kedua sudah mencapai 70 persen, dan angka laju penularan sudah berada di bawah 1.

"Jadi kalau bisa sudah level 1, tiga bulan berturut-turut, reproduction rate-nya di bawah 1, tiga bulan berturut-turut, dan vaksinasinya di atas 70 persen, minimal 70 persen dosis kedua."

Baca juga: Mahasiswa di Malang yang Dibekuk Densus 88 Anggap Serang Kantor Polisi dan Fasilitas Umum Amaliyah

"Itu menjadi pertimbangan kami dari sektor kesehatan, merasa cukup yakin bahwa sudah bisa dibuat keputusan transisi dari pandemi menjadi endemi," paparnya.

Budi menyebut transisi dari pandemi menuju endemi tidak hanya berdasarkan pertimbangan sektor kesehatan, tapi juga ekonomi, sosial, dan politik.

"Tidak hanya 100 persen pertimbangannya kesehatan, ada pertimbangan ekonominya, ada pertimbangan sosialnya, ada pertimbangan politiknya."

"Sehingga kepala negara kalau itu levelnya negara atau kumpulan dari kepala-kepala negara, kalau sifatnya global mengambil keputusan itu," jelas Budi, dikutip dari laman presidenri.go.id. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved