Vaksinasi Covid19

Vaksin BUMN Diluncurkan Bulan Juli, Andre Rosiade: Vaksin Gotong Royong Jangan Sampai Buntung

Di saat bersamaan, PT Bio Farma (Persero) akan memproduksi vaksin buatan dalam negeri, yakni Vaksin BUMN, pada Juli 2022.

Editor: Yaspen Martinus
europeanpharmaceuticalreview.com
Anggota Komisi VI DPR Andre Rosiade menilai perlu ada strategi agar proyek pengadaan vaksin Covid-19 Sinopharm oleh BUMN holding farmasi, tidak merugi. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR Andre Rosiade menilai perlu ada strategi agar proyek pengadaan vaksin Covid-19 Sinopharm oleh BUMN holding farmasi, tidak merugi.

Sebab, masih ada stok 3,2 juta dosis vaksin Sinopharm senilai kurang lebih Rp400 miliar.

Di saat bersamaan, PT Bio Farma (Persero) akan memproduksi vaksin buatan dalam negeri, yakni Vaksin BUMN, pada Juli 2022.

Baca juga: Tak Cuma Pendukung ISIS, Mahasiswa di Malang yang Diciduk Densus 88 Juga Terhubung dengan JAD

"Saya dengar vaksin Covid-19 produksi BUMN akan dilaunching Bulan Juli."

"Dengan kebijakan pemerintah mengubah status pandemi menuju endemi, bagaimana nasib vaksin ini?"

"Apakah ini nanti dilibatkan sebagai booster ketiga, booster keempat, atau bagaimana? Jangan sampai ini proyek merugi," kata Andre, Selasa (24/5/2022).

Baca juga: Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Helikopter AW-101 Sejak 2017, KPK Akhirnya Tahan Irfan Kurnia Saleh

Vaksin Sinopharm merupakan bagian dari pengadaan Vaksin Gotong Royong kerja sama antara BUMN Holding Farmasi dengan Sinopharm.

Sisa vaksin tersebut berpotensi tidak terpakai sehingga menimbulkan kerugian.

Andre mendorong Kementerian BUMN dan Kementerian Kesehatan berkoordinasi untuk mencari solusi permasalahan sisa vaksin Covid-19.

Baca juga: Gus Jazil: PKB Alat Politik NU, Ibarat Dua Sisi Mata Uang yang Tidak akan Bisa Dipisahkan

Mengingat, vaksin BUMN yang akan diluncurkan pada Juli 2022 dan vaksin gotong royong Sinopharm sebanyak 3,2 juta dosis belum disalurkan pada masa akhir pandemi Covid-19.

"Ini angka yang besar. Jangan sampai untung menjadi buntung."

"Jangan sampai yang sekarang sukses luar biasa, nanti ada temuan BPK karena vaksin Sinopharm-nya kedaluwarsa dan tidak bisa dipakai," paparnya. (Taufik Ismail)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved