Berita Video
VIDEO : Kisah Ibu Hamil Lolos dari Maut Longsor Cijeruk
Korban selamat dalam bencana tanah longsor di Kampung Pasir Pogor, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor kisahkan rincian kejadian.
Penulis: Hironimus Rama |
WARTAKOTALIVE.COM, CIBINONG - Kelopak mata Fitri (32), korban tanah longsor di Kampung Pasir Pogor, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, tampak masih bengkak.
Bola matanya juga masih terlihat memerah.
Lengan bagian kirinya tampak memar. Begitu pun bagian kakinya tampak jelas ada sedikit luka memar ringan.
Simak Video Berikut :
Wanita yang kini hamil 8 bulan ini terduduk lemas di rumah saudaranya di Kampung Pasir Pogor, RT 01/04, Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.
Dia tampak tabah menerima ucapan bela sungkawa dari tetangga dan sahabatnya yang terus berdatangan pada Minggu (22/5/2022) sore.
Baca juga: Mulai 28 Mei, KAI Commuter Ubah Rute ke Bogor dan Bekasi Penumpang Transit di Manggarai
Baca juga: Empat Korban Tanah Longsor di Cijeruk Berhasil Dievakuasi, Langsung Dibawa ke RS Polri Untuk Otopsi
Fitri (32), korban selamat dalam bencana tanah longsor di Kampung Pasir Pogor, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Sabtu (21/5/2022). Foto: Warta Kota/Hironimus Rama (Warta Kota/ Hironimus Rama)
Kepada Wartakotalive.com, dia mengenang kembali detik-detik menjelang tanah longsor menghancurkan rumahnya dan membuat suaminya harus meregang nyawa.
"Saat kejadian, saya berada di dalam rumah. Saya melihat ada banyak air keluar dari sela-sela bentengan (turap) vila yang ada di atas rumah. Tak lama kemudian bentengan retak dan ambrol," kata Fitri di Cijeruk, Minggu (22/5/2022) sore.
Bersama tiga anaknya, dia lalu lari ke arah dapur untuk menyelamatkan diri. Namun baru sampai di pintu dapur, runtuhan rumah sudah menghimpit tubuh mereka.
"Saya langsung membungkuk memeluk tiga anak saya. Dua anak di depan dan satu lagi di samping saya," ujar Fitri.
Dia merasakan beratnya material rumah yang menghimpit mereka.
Dari puing-puing reruntuhan rumah ia berusaha sekuat tenaga berdiri dan menengadah ke atas.
Ternyata kepalanya masih bisa nongol keluar di sela-sela lubang asbes yang pecah untuk meminta tolong ke warga.
Selang berapa menit kemudian, warga pun datang untuk menolong Fitri dan ketiga anaknya dari bencana tanah longsor.
Meskipun dia dan tiga anaknya selamat, namun nasib sial menimpa suami Fitri dan tiga anggota keluarganya yang lain.