Sabtu, 11 April 2026

Hari Raya Waisak

Menteri Agama: Selamat Hari Waisak, Mari Rekatkan Tali Persaudaraan

Menurut Yaqut, Hari Tri Suci Waisak menjadi momentum mempererat tali persaudaraan antar-anak bangsa.

Tribunnews.com
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengucapkan selamat memperingati Hari Tri Suci Waisak 2566 Tahun Buddhis kepada Umat Buddha di Indonesia. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengucapkan selamat memperingati Hari Tri Suci Waisak 2566 Tahun Buddhis kepada Umat Buddha di Indonesia.

Menurut Yaqut, Hari Tri Suci Waisak menjadi momentum mempererat tali persaudaraan antar-anak bangsa.

"Saya, Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Agama RI, mengucapkan selamat memperingati Hari Tri Suci Waisak 2566 Tahun Buddhis.

Baca juga: Said Iqbal Ingin Buruh Dapat Rp500 Ribu Tiap Bulan, Beli Beras Tinggal Gesek

"Mari terus perkuat moderasi beragama dan rekatkan tali persaudaraan antar-sesama."

"Ini sebagaimana diajarkan dalam Kitab Suci Dhammapada, syair 194, bahwa “Kelahiran para Buddha merupakan sebab kebahagiaan, pembabaran ajaran benar merupakan sebab kebahagiaan."

"Persatuan merupakan sebab kebahagiaan, dan usaha perjuangan mereka yang telah bersatu merupakan sebab kebahagiaan," tutur Yaqut melalui keterangan tertulis, Senin (16/5/2022).

Baca juga: EMPAT Kelompok Orang Terpapar Gangguan Jiwa, Pandemi Covid-19 Makin Memperparah

Yaqut mengungkapkan, Hari Tri Suci Waisak senantiasa mengingatkan umat Buddha pada tiga peristiwa penting, yaitu lahirnya Pangeran Siddharta, Pangeran Siddharta mencapai Penerangan Agung dan menjadi Buddha, serta Buddha Gautama parinibbana.

Pangeran Siddharta, kata Yaqut, telah mengajarkan Umat Buddha tentang Majjhima Patipada, ajaran tentang pentingnya praktik kehidupan beragama yang berprinsip jalan tengah atau moderat.

"Prinsip ini sangat dibutuhkan dalam menjaga kerukunan dan kedamaian," kata Yaqut.

Baca juga: Pasien Covid-19 di RSDC Wisma Atlet Kemayoran Masih Landai Pasca Libur Lebaran

Seluruh Umat Buddha Indonesia, menurut Yaqut, mempunyai tanggung jawab yang sama untuk ikut membangun masyarakat yang rukun damai dan sejahtera.

"Dan itu bisa dilakukan dengan memahami kebenaran Dharma yang hakiki," ucap Yaqut. (Fahdi Fahlevi)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved