Hari Buruh

Said Iqbal Ingin Buruh Dapat Rp500 Ribu Tiap Bulan, Beli Beras Tinggal Gesek

Said menuturkan, usulan tersebut bukanlah isapan jempol. Sebab, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia mencapai Rp3.000 triliun.

Editor: Yaspen Martinus
Warta Kota/Miftahul Munir
Presiden Partai Buruh Said Iqbal menuntut negara memberikan uang Rp500 ribu setiap bulan kepada pekerja buruh. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Presiden Partai Buruh Said Iqbal menuntut negara memberikan uang Rp500 ribu setiap bulan kepada pekerja buruh.

Uang itu disebut sebagai jaminan sosial dari negara kepada 27,7 juta buruh.

Ia menuturkan, pekerja outsourcing, tukang becak, pengemudi ojek online (ojol), hingga sopir, merupakan buruh yang tergolong dalam kategori miskin. Dengan begitu, jaminan sosial diharapkan dapat membantu.

Baca juga: Ini Dua Opsi Polisi Ciduk Saifuddin Ibrahim, Diminta Menyerahkan Diri Atau Diringkus FBI

"Kita minta Rp500 ribu per orang nanti masuk ke ATM seperti JKP."

"Tapi ATM itu nanti dipegang oleh ibu-ibu, karena kalau bapak-bapak ngerokok kita enggak setuju," kata Said Iqbal di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, Sabtu (14/5/2022).

Iqbal menuturkan, uang tersebut nantinya hanya bisa dipakai untuk keperluan membeli sembako. Uang tersebut tidak bisa dicairkan untuk keperluan lain.

Baca juga: DAFTAR Terbaru Zona Hijau Covid-19 di Indonesia: Menyusut Jadi 64, Papua Mendominasi

"Jadi ketika beli beras gesek, beli lauk pauk gesek, dan nanti ada store-nya seperti di Brazil di Chile, di Peru, di Australia itu ada."

"Kita ingin seperti itu, store store rakyat atau toko-toko rakyat yang nanti ketika digesek dapat beras," ungkapnya.

Said menuturkan, usulan tersebut bukanlah isapan jempol. Sebab, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia mencapai Rp3.000 triliun.

Baca juga: Koalisi Indonesia Bersatu Dinilai Cuma untuk Naikkan Posisi Tawar dengan Poros Besar

"Kalau jumlah orang miskin 27,7 juta dan atau 30 juta orang miskin dikali Rp500 ribu, itu cuma Rp15 triliun sebulan."

"Satu tahun kali 12 bulan berarti Rp180 triliun, itu kecil."

"APBN kita Rp3.000 triliun, dan 2024 diperkirakan APBN kita tembus di hampir Rp3.500 triliun."

"Kita ambil Rp180 triliun supaya tidak boleh ada orang kelaparan di negara yang kaya," paparnya. (Igman Ibrahim)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved